Rabu, 20 November 2019 | 17:04 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Jumat, 29 Januari 2016 17:35

Korsel Berminat Bangun Industri Galangan Kapal di Indonesia

Hery Lazuardi
(bumn.go.id)

JAKARTA - Korea Selatan berminat mengembangkan industri galangan kapal di Indonesia, seiring dengan tingginya kebutuhan kapal dalam program Tol Laut dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyambut baik keinginan Korsel tersebut saat menerima menerima kunjungan Rokhmin Dahuri MS selaku Duta Besar Kehormatan Jeju Island, Korsel, untuk Indonesia dan beberapa pengusaha asal Negeri Ginseng itu.

"Kita menyambut baik rencana ekspansi mereka. Secara khusus saya katakan kepada pengusaha Korsel bahwa program tol laut Presiden Jokowi membutuhkan banyak kapal dan ini peluang bagi investor galangan kapal," katanya seusai menerima para pengusaha Korsel, Kamis (28/1/2016).

Saleh juga mendorong agar Korsel mengembangkan industri komponen kapal. Menurut dia, kebutuhan kapal yang tinggi dan instruksi Presiden kepada kementerian, lembaga dan BUMN untuk membeli kapal dari galangan lokal, maka industri komponen kapal berpeluang tumbuh.

Pengusaha Korsel yang menemui Menperin yakni Chairman Busan Indonesia Center dan Presidenf of Daegu University of Foreign Studies Kim Soo-Il, Presiden Korwell Corporation dan Dongil Shipyard, Sung Tae Kim (industri galangan kapal), Direktur Helukabel, Pia Jeong (industri kabel listrik), dan Advisor Jinwoo Co Ltd, Wee Jin Dong (produsen suku cadang otomotif).

Saleh menilai galangan di dalam negeri telah memiliki kemampuan produksi dan berpengalaman bekerja sama dengan galangan luar negeri. Korsel juga diminta bermitra dengan galangan kapal domestik.

Kemenperin memacu industri kapal dengan insentif berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk impor komponen kapal dan PPN Tidak Dipungut untuk perusahaan pelayaran yang membeli kapal dari galangan nasional.

"Kami juga siap memfasilitasi investor Korsel untuk bertemu, berkenalan dan menjalin kerja sama lebih lanjut dengan industri galangan nasional, baik BUMN maupun swasta" katanya dalam siaran pers.

Pada kesempatan itu, Kim Soo Il mengungkapkan keinginan Korsel untuk memproduksi mobil listrik. "Industri mobil listrik dan komponennya di Korea makin marak. Kami ingin tahu lebih jauh peluang di sini, termasuk bekerja sama dengan pengusaha Indonesia," ujarnya.

Rencana ini pun disambut positif oleh Menperin yang selanjutnya meminta Korsel untuk turut memperdalam struktur industri yaitu dengan membangun pabrik komponen. Soal lokasi pabrik, Menperin menyarankan di kawasan industri yang telah ada industri otomotif seperti di Cikarang dan Karawang.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, selain di sekitar Jakarta, kawasan industri di Surabaya dapat menjadi pilihan bagi industri komponen mobil listrik.

"Secara tren global, produksi mobil jenis ini memang menarik untuk prospek ke depan. Salah satu karakter industri ini ialah fokus pada produksi komponen baterai dan motor listrik," katanya. (hlz/hlz)


Komentar