Jumat, 22 Juni 2018 | 12:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Travel
Sabtu, 30 Januari 2016 19:24

Pemerintah Bangun Bandara Internasional Dukung Kawasan Wisata Borobudur

Hery Lazuardi
(Setkab)

MUNTILAN - Pemerintah akan membangun badara internasional baru bertaraf internasional guna mendukung pengembangan kawasan Candi Borobudur sebagai destinasi utama, dalam upaya mengejar target kunjungan 2 juta turis asing pada 2019.

"Destinasi utama artinya orang dari luar negeri bisa langsung ke Borobudur. Kalau sudah ditetapkan sebagai destinasi utama, bandara internasional harus dibangun, fasilitas hotel juga harus skala internasional," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai rapat terbatas di Hotel Manohara, kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016).

Rapat terbatas dipimpin oleh Presiden Joko Widodo, dihadiri oleh Menpar Arief Yahya, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menlu Retno Marsudi, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dan Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X.

Menurut Menpar, bandara internasional itu tidak harus Bandara Ahmad Yani Semarang, tetapi bisa saja membangun bandara baru bertaraf international, seperti Bandara Soekarno Hatta Jakarta.

Namun, dia menolak menyebutkan lokasi bandara baru itu, juga tidak bersedia mengonfirmasi bahwa bandara dimaksud adalah yang sedang dibangun pemerintah di Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Arief menambahkan rapat terbatas menyepakati branding untuk menjadikan Borobudur sebagai destinasi utama, dengan tagline: Borobudur Mahakarya Budaya Dunia atau World Cultural Masterpiece.

Dari sisi pengelolaan, rapat terbatas menyepakati pembentukan Badan Otorita Borobudur, yang dikelola secara terintegrasi. "Kelemahan kita adalah ini single destination tetapi multi management. Itu tak mungkin satu perusahaan, katakan CEO-nya ada empat apalagi lima. Akhirnya kita sepakat dibentuk Badan Otorita Borobudur," paparnya.

Badan Pengelola itu akan berada di bawah Presiden dan berkoordinasi dengan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, yang menjadi Dewan Pengarah badan pengelola pariwisata tersebut. "Ini masih diusulkan, nanti Presiden yang menerapkan. Ketua Pelaksana Harian-nya adalah Menpar," lanjut Arief.

Dia mengatakan target kunjungan wisatawan juga sudah ditetapkan, yaitu 2 juta wisatawan mancanegara dan 5 juta wisatawan lokal pada 2019, jauh lebih besar dari jumlah kunjungan saat ini 200.000-300.000 turis per tahun.

"Dua juta wisman itu nanti US$2 miliar atau sekitar Rp24 triliun, tetapi yang beredar mencapai Rp100 triliun. Jadi bisa kita bayangkan akan menyejahterakan masyarakat di sekitar Borobudur," kata Menpar seperti dilaporkan setkab.go.id.

Untuk itu, lanjut Menpar, akan ada investasi sekitar Rp20 triliun untuk tahap pertama pengembangan Borobudur. Dari jumlah tersebut, Rp 10 triliun berasal dari pemerintah berupa infrastruktur dasar dan Rp10 triliun lagi berasal dari investor swasta.

"Nanti yang bangun hotel dan sebagainya, kita akan tawarkan kepada investor swasta, baik yang lokal maupun dari luar negeri," papar Arief.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan pemprov sudah diberikan anggaran untuk penataan di empat kawasan wisata, yaitu Dieng, Sangiran, Karimun Jawa, dan Borobudur.

"Tahun ini sudah dilelang dan diharapkan hasilnya akan mempercepat apa yang sudah disampaikan oleh Pak Menteri, termasuk nanti berkoordinasi dengan Bupati, sehingga diharapkan tahun ini review itu selesai dan tahun depan sudah bisa action," kata Ganjar
(hlz/hlz)


Komentar