Rabu, 15 Agustus 2018 | 04:27 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Lepas Pantai
Senin, 01 Februari 2016 19:33

Kelanjutan Blok Masela Tunggu Masukan Investor dan Kontraktor

Translog Today

JAKARTA - Pemerintah belum akan memutuskan pengembangan Blok Masela sebelum bertemu secara langsung dengan investor dan kontraktor yang akan mengembangkan blok migas di Kabupaten Maluku Tenggara itu.

Presiden Joko Widodo menegaskan dia masih ingin mengetahui secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan wilayah di sekitar Blok Masela.

"Apakah Blok Masela akan dilakukan secara offshore atau onshore, darat maupun laut, belum akan diputuskan, sebelum bertemu dengan investor dan kontraktor yang akan mengembangkan Blok Masela secara langsung," kata Presiden dalam pengantar rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Selain itu, dia menilai perlu mendengarkan keinginan Gubernur (Maluku) berkaitan dengan pembangunan di wilayahnya.

Presiden menekankan dua hal, pertama, amanat konstitusi yang menyatakan secara tegas dan jelas bahwa pemanfaatan sumber daya alam harus benar-benar untuk semua orang dan bukan untuk segelintir atau sekelompok orang. "Kedua, perlu saya sampaikan bahwa kita harus bisa memanfaatkan minyak dan gas," katanya.

Pemanfaatan migas, lanjut Presiden, harus menciptakan nilai tambah untuk memberikan multiplier effect pada perekonomian daerah, terutama dan wilayah timur.

"Oleh sebab itu, kali ini saya persilakan bisa Bappenas atau menteri yang lain untuk menyampaikan mengenai nilai tambah atau multiplier effect yang berkaitan dengan pembangunan daerah, " kata Jokowi seperti dilaporkan setkab.go.id.

Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden akan mengundang secara khusus  pihak investor, dalam hal ini Inpex dan Shell, untuk didengarkan pamaparan mereka karena mereka yang akan menjalankan proyek itu.

Dia menjelaskan, lapangan gas abadi Blok Masela akan menjadi proyek gas terbesar di dunia sehingga memang perlu kesabaran untuk memutuskan karena keputusannya tidak boleh salah. (hlz/hlz)


Komentar