Selasa, 16 Oktober 2018 | 19:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Travel
Rabu, 02 Maret 2016 18:54

Ribuan Pengunjung Padati Surabaya North Quay

Translog Today
(Pelindo III)

SURABAYA - Sekitar 10.000 pengunjung memadati Surabaya North Quay, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, saat pra-peluncuran tempat wisata bahari itu yang dibuka untuk umum selama 27-29 Februari lalu.

"Puncak kunjungan terjadi pada hari terakhir saat ada kapal pesiar internasional, MS Rotterdam, yang sandar di dermaga," kata Prasetyo, Dirut Pelindo Properti Indonesia, lini bisnis Pelindo III di bidang properti dan pariwisata, Rabu (2/3/2016).

Prasetyo menceritakan, kebanyakan pengunjung datang berkelompok, bersama keluarga dan sahabat. Mereka tampak sibuk berfoto mengabadikan diri bersama latar belakang cruise yang singgah sebelum berlayar ke Singapura itu.

Sementara di dalam ruangan lantai 2 dan 3, pengunjung menikmati aneka kuliner dan berbelanja beragam produk kerajinan kreatif. Sejumlah penampilan band dengan lagu-lagu popular dan atraksi musik patrol yang dimainkan anak-anak Kampung Maspati, kampung wisata binaan Pelindo III.

Pelindo III juga memfasilitasi mitra binaan dari usaha kecil dan menengah (UKM) pakaian, aksesori, dan sepatu lukis untuk turut menawarkan produk mereka. Tidak hanya kepada ribuan warga Surabaya yang hadir, tetapi juga kepada para turis cruise yang membaur di keramaian untuk berbelanja.

Para kru kapal yang berseragam pelaut sibuk melayani permintaan pengunjung untuk foto bersama. Selain mitra binaannya, banyak UKM lain yang diundang untuk membuka stand, salah satunya ialah perajin sepatu dari eks-lokalisasi Dolly.

"Ramainya pengunjung menunjukkan adanya kebutuhan masyarakat Surabaya akan adanya lokasi kongkow dan meeting point baru. Terbukti karena ramainya pengunjung yang datang dari berbagai kalangan. Sembari menikmati suasana tepi laut, mereka berbelanja aneka produk kerajinan dan jajan kuliner," ungkap Presetyo.

Direktur Utama Pelindo III, Djarwo Surjanto, yang datang ke Surabaya North Quay bersama jajaran direksi lainnya pada Senin (29/2/2016) malam, tidak mengira animo pengunjung yang begitu besar.

"Niat Pelindo III dengan adanya kegiatan ini ialah untuk memasyarakatkan [potensi] Pelabuhan Tanjung Perak. Surabaya North Quay menjadi langkah Pelindo III dalam mengoptimalkan infrastruktur BUMN untuk kepentingan publik. Jadi tidak hanya untuk pelayanan jasa logistik, tetapi juga wisata bahari," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Pelindo III.

Kegiatan yang juga merupakan edukasi kemaritiman yang diselenggarakan oleh Pelindo III kepada masyarakat berhasil mendapatkan perhatian dan apresiasi dari banyak pihak.

Sabar Swastono, salah satu tokoh Kampung Maspati mengapresiasi acara Surabaya North Quay, karena acara tersebut membuka wawasan kita terhadap kinerja dan apa yang telah dilakukan Pelindo III dalam memodernisasi Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (tempat Surabaya North Quay), Pelabuhan Tanjung Perak.

"Dahulu tempatnya kumuh kini disulap menjadi menjadi bersih dan modern tidak kalah dengan fasilitas di bandara," ujarnya.

Dia berharap dalam penyelenggaraan ke depan terus melibatkan UKM agar dapat memberdayakan UKM masyarakat seperti dari Putat Jaya (Dolly), Kampung Lawas Maspati, dan UKM lainnya.

Ke depan, akan dilakukan evaluasi pada gelaran di Surabaya North Quay. "Evaluasi utama ialah dari sisi keamanan dan kenyamanan. Karena ternyata pengunjungnya cukup banyak," ujar Djarwo.

Menurut dia, beberapa sudut bangunan Terminal Gapura Surya Nusantara akan dimodifikasi. Salah satunya dengan memperbaiki pengaturan lahan parkir dan memperlebar akses keluar-masuk pengunjung di dalam gedung.

"Agar pengunjung tidak mengantre terlalu panjang, sehingga lebih nyaman," katanya. Pihaknya juga akan menambah ketersediaan keranjang sampah, agar juga meningkatkan kesadaran pengunjung atas kebersihan.

Untuk mengakomodasi permintaan masyarakat yang tinggi, pengelolaan wahana Surabaya North Quay sebagai wahana wisata bahari akan diselenggarakan lagi, terutama saat ada kapal pesiar internasional sandar di Tanjung Perak.

"Setelah evaluasi, akan dikembangkan lagi konsep wisatanya. Agar lebih memberikan manfaat ekonomi bagi promosi produk UKM dan pariwisata Kota Surabaya dan sekitarnya. Selain itu tentunya untuk memberikan fasilitas wisata bahari yang representatif bagi warga Surabaya," kata Djarwo. (hlz/hlz)


Komentar