Minggu, 21 Juli 2019 | 09:08 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Kamis, 03 Maret 2016 16:30

LRT Palembang Ditargetkan Beroperasi Sebelum Asian Games 2018

Hery Lazuardi
(repro)

PALEMBANG - Proyek light rail transit (LRT) di Palembang diharapkan sudah beroperasi sebelum pelaksanaan Asian Games 2018 karena tidak ada masalah besar dalam pembangunan angkutan massal berbasis rel tersebut.

Harapan itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat meninjau proyek LRT di Palembang, Kamis (3/3/2016). Kunjungan kerja ke Palembang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Presiden ke Sumatera sejak awal pekan ini.

Presiden penerbitkan Perpres untuk pembangunan LRT di Palembang pada November 2015, hanya dua bulan sejak proyek itu disetujui dalam sidang kabinet.

"Dengan catatan LRT ini akan dipakai dalam jangka pendek utuk Asian Games 2018, tetapi dalam jangka panjang transportasi massal di semua kota di Indonesia sangat diperlukan karena di semua kota besar pasti sudah sangat macet," kata Presiden.

Ke depan, lanjut Jokowi, setiap kota besar harus memiliki koneksi antara transportasi darat dan udara. "Airport menuju ke kota harus ada transportasi massal. Dalam jangka panjang mungkin kita berikan kepada mobil pribadi untuk masuk ke airport, masuk kota harus dikurangi. Ini juga visi jangka panjang transportasi massal di Palembang," ujarnya.

Mengenai anggaran, menurut Presiden, jumlahnya kurang lebih Rp7 triliun dari pemerintah pusat. "Tanggung jawab penuh pemprov ada di masalah pembebasan lahan, baik untuk jalurnya maupun depo," jelasnya.

Jokowi mengaku puas konstruksi proyek sudah mulai berjalan. "Sekarang bisa kita lihat dari airport menuju ke kota, ke Jakabaring, semuanya sudah dimulai konstruksinya," kata Presiden.

Saat meninjau ke lapangan, Jokowi mengatakan dia selalu menanyakan apakah ada masalah atau tidak. "Kalau ada masalah kecil silakan selesaikan di bawah, tapi kalau masalah besar akan saya ambl alih. [Proyek LRT] Ini enggak ada masalah," kata Presiden.

Dalam acara kunjungan kerja tersebut, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menhub Ignasius Jonan, dan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin. (hlz/hlz)


Komentar