Minggu, 21 Juli 2019 | 09:58 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Kamis, 24 Maret 2016 19:21

LRT di Jabodetabek Gunakan Rel Standar Gauge

Translog Today
LRT (ilustrasi (repro)

JAKARTA - Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyepakati tipe rel light rail transit (LRT) yang akan dibangun di Ibu Kota menggunakan standar gauge.

Pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, akan membangun rel kereta api di luar DKI, sementara pembangunan rel di wilayah Ibu Kota menjadi tanggung jawab Pemprov DKI.

"DKI akan mengembangkan rel LRT standar gauge seperti diajukan oleh Gubernur DKI menggunakan APBD, Pemegang Anggaran (PA)-nya ada di Gubernur DKI," kata Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam Rapat Koordinasi tentang Progres Perkembangan Pembangunan Kereta Api Ringan/LRTdi DKI Jakarta, Jabodetabek dan Palembang, Kamis (24/3/2016).

Rapat tersebut a.l. dihadiri oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani, dan perwakilan dari Pemprov Jawa Barat, Pemprov Sumatera Selatan, PT Kereta Api Indonesia, dan PT Adhi Karya.

Menhub mengatakan pihaknya akan membangun rel LRT di luar DKI dengan mengikuti spesifikasi rel standar gauge. Adapun pembiayaan jalur rel LRT untuk luar DKI, antara lain Cibubur-Cawang sepanjang 14,3 km, Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,5 km melalui APBN.

Jalur terintegrasi yang menghubungkan LRT di DKI lebih panjang daripada jalur LRT di luar DKI. Volume penumpang di DKI juga lebih banyak sehingga pembangunan sarana di DKI juga lebih besar..

Pemerintah akan melakukan Revisi Peraturan Pemerintah No 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan LRT Terintigrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, sebagai tindak lanjut hasil rakor. (ekon) (hlz/hlz)


Komentar