Minggu, 20 Oktober 2019 | 23:43 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Selasa, 29 Maret 2016 20:05

Jokowi Minta Proyek LRT Jabodetabek, Palembang dan Bandung Dikebut

Translog Today
(repro)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo meminta pembangunan kereta ringan (light rail transit/LRT) dipercepat, baik di Jakarta, Bodetabek, Palembang, maupun Bandung Raya.

"Yang berkaitan dengan kereta api cepat Jakarta-Bandung sebentar lagi dimulai. Kita harapkan nantinya betul-betul terintegrasi dari kereta api cepat atau MRT, LRT, busway ke bandara dengan commuter line, kemudian dengan kereta cepat, sambung lagi ke LRT di Bandung Raya," kata Presiden saat memimpin rapat terbatas di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (29/3/2016).

Menurut Jokowi, setiap tahun Jakarta kehilangan Rp28 triliun akibat kemacetan. Begitu kerugian akibat kemacetan dari Bandung ke Jakarta sekitar Rp7 triliun setiap tahun.

"Jadi ini mutlak diperlukan pembangunan karena kita tidak ingin kehilangan uang yang percuma akibat kemacetan," ujarnya.

Presiden juga ingin semua moda kereta api itu terintegrasi dengan bandara. Dia bahkan menginginkan kereta cepat dan LRT di Jakarta terintegrasi dengan bandara.

"Tetapi semuanya mestinya harus dikalkulasi, dihitung sehingga ini menjadi alternatif-alternatif bagi masyarakat untuk memakai moda transportasi apa yang disenangi," tutur Presiden.

Dia menegaskan percepatan pembangunan LRT harus dilakukan karena ada momentum Asian Games ke-18 yang akan berlangsung 2018.

Karena itu, dia meminta berbagai masalah terkait dengan pembangunan LRT segera diselesaikan, baik mengenai trase, spek (spesifikasi) teknis LRT, pembiayaan, maupun sumber daya penggeraknya.

"Juga masalah perizinan yang berkaitan dengan tata ruang, dengan ruang, serta masalah persinggungan dengan flyover dan mungkin trase jalur LRT atau MRT," kata Presiden. (setkab) 
(hlz/hlz)


Komentar