Rabu, 20 November 2019 | 16:52 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Senin, 18 April 2016 19:30

Menperin Minta Kapal Migas Direparasi di Galangan Dalam Negeri

Hery Lazuardi
(Kemenperin)

JAKARTA -

Industri galangan di dalam negeri dinilai mampu menangani kebutuhan pembangunan, perawatan dan pemeliharaan armada kapal operasional minyak dan gas. Kemampuan itu terus diperkuat guna menunjang produktivitas mengingat produksi migas bernilai strategis sangat tinggi bagi perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan industri penunjang eksplorasi migas terus diperkuat guna turut mendorong kinerja sektor migas nasional. Berbagai upaya dilakukan, termasuk meningkatkan kemampuan sarana dan prasarana pendukung kegiatan industri migas tersebut.

Hal itu disampaikan Menperin saat meresmikan Kapal Self Elevated and Propelled Utility Platform (SEAPUP) 2 milik PT Swadaya Sarana Berlian di kawasan Pelabuhan Marunda, Jakarta, Senin (18/4/2016). Investasi pembangunan kapal itu mencapai Rp800 miliar-Rp900 miliar.

"Kita optimistis industri nasional mampu mendukung aktivitas produksi migas. Maka saya minta dan ingatkan lagi agar kapal yang melakukan aktivitas di sektor migas seperti kapal SEAPUP 2 ini direparasi di galangan dalam negeri, mungkin di Batam atau lokasi lain," kata Menperin.

Keberpihakan pada galangan nasional, tuturnya, sudah beberapa kali ditegaskan oleh Presiden Joko Widodo. Kementerian, lembaga negara dan BUMN diwajibkan membangun kapal di dalam negeri, demikian juga swasta diharapkan turut berkontribusi pada pengembangan industri galangan nasional.

Industri perkapalan nasional sebagai salah satu sektor strategis telah mencapai beberapa kemajuan di antaranya penambahan jumlah galangan menjadi sekitar 250 perusahaan dengan kapasitas produksi mencapai 1 juta DWT/tahun untuk bangunan baru dan sekitar 12 juta DWT/tahun untuk reparasi kapal.

"Kapasitas produksi untuk bangunan baru dan reparasi kapal diharapkan terus ditingkatkan, termasuk kemampuan dalam membangun fasilitas untuk mendukung kegiatan di sektor migas," ujarnya.

Acara itu dihadiri jug aoleh Jaksa Agung M Prasetyo, mantan Menko Kesra Azwar Anas, mantan Ketua DPR Agung Laksono dan mantan Menteri Perhubungan Agum Gumelar, serta Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Menperin didampingi oleh Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan dan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub.

Direktur Utama Swadaya Sarana Berlian Setiady Perwata mengatakan SEAPUP 2 merupakan kapal berbendera Indonesia yang konstruksinya dilakukan sejak 2014 hingga 2015 dan diserahterimakan pada tahun ini.

"Kru kapal 100% dari Indonesia dan kapal ini merupakan buah pengalaman kami selama 23 tahun. Sebelumnya kami juga mengoperasikan kapal sejenis. Itu semua memperkuat keyakinan kami mampu menangani fasilitas ini dan bersaing dengan negara lain," ujarnya.

Swadaya Sarana Berlian merupakan grup perusahan yang bergerak dalam bidang pelayanan dan dukungan sektor migas, khususnya yang berkaitan dengan pengoperasian armada kapal ataupun fasilitas jasa migas.

Menperin menegaskan, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, kegiatan operasional sektor migas diharapkan semakin membaik. Salah satunya adalah penyediaan berbagai armada kapal untuk melayani operasional di lapangan.

Menilik karakteristik wilayah Indonesia, ungkap Saleh Husin, potensi migas yang harus dikelola sebagaian besar berada di wilayah lautan.

Oleh sebab itu, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan armada kapal maupun sarana lain dalam mendukung kegiatan sektor migas tersebut sangat diperlukan.

Apalagi, Indonesia mempunyai kepentingan atas majunya industri perkapalan nasional yang mampu secara mandiri dapat memenuhi kebutuhan armada kapal disektor tersebut.

"Disamping itu, multiplier effect yang terjadi dengan berputarnya usaha tersebut sangatlah besar, seperti investasi dan penyerapan lapangan kerja sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian disektor lainnya," ujarnya dalam siaran pers Kemenperin. (hlz/hlz)


Komentar