Jumat, 15 Desember 2017 | 03:51 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Pembiayaan
Selasa, 26 April 2016 19:41

IDB Biayai Pengembangan Pelabuhan Belawan Fase 1

Hery Lazuardi

JAKARTA - Kementerian Perhubungan dan Islamic Development Bank (IDB) menandatangani Kontrak Pekerjaan Fisik Paket I Pengembangan Pelabuhan Belawan Fase 1 dengan pembiayaan IDB (IND-133), Senin (25/4/2016).

Kerja sama tersebut dilaksanakan berdasarkan Istisna'a Agreement yang telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan IDB pada 14 Desember 2009, yang melingkupi pekerjaan fisik, jasa konsultansi dan dukungan project management unit.

Penandatanganan Pekerjaan Fisik Paket 1 merupakan bagian dari rencana pengembangan Pelabuhan Belawan yang meliputi pembangunan dermaga peti kemas dan lapangan penumpukan. Rencana ini tercantum dalam Rencana Induk Pelabuhan Belawan yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan pada 2012.

Berdasarkan kapasitasnya, Belawan merupakan pelabuhan utama dan terbesar ketiga di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Pelabuhan ini memiliki kapasitas eksisting 1,2 juta TEUs dan throughput peti kemas lebih dari 1 juta TEUs pada 2015. Pengembangan Pelabuhan Belawan Fase 1 dan Fase 2 diharapkan meningkatkan kapasitasnya menjadi 2 juta TEUs.

Pengembangan Belawan juga sejalan dengan Program Tol Laut yang dicanangkan pemerintah, di mana Belawan/Kuala Tanjung menjadi salah satu dari 24 pelabuhan hub dan feeder yang dikembangkan.

Program Tol Laut diharapkan menjadi tulang punggung dari jaringan pelayaran domestik untuk pergerakan barang dari koridor Barat melalui Pelabuhan Belawan/Kuala Tanjung menuju koridor Jawa melalui Tanjung Priok/Kali Baru, Tanjung Perak, hingga Sulawesi melalui Pelabuhan Makassar.

Adapun ke koridor Timur melalui Pelabuhan Bitung (dan sebaliknya), dengan didukung Pelabuhan Malayahati, Pelabuhan Batu Ampar Batam, Pelabuhan Teluk Bayur, Pelabuhan Jambi, Pelabuhan Palembang, dan Pelabuhan Panjang.

Selain itu, Pelabuhan Tanjung Emas, Pelabuhan Tenau Kupang, Pelabuhan Pontianak, Pelabuhan Banjarmasin, Pelabuhan Sampit, Pelabuhan Karingau Balikpapan, Pelabuhan Palaran Samarinda, Pelabuhan Pantoloan, Pelabuhan Kendari, Pelabuhan Ternate, Pelabuhan Ambon, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Jayapura.

"Dengan Tol Laut, selain konektivitas antar wilayah dapat terwujud, distribusi barang akan semakin lancar sampai ke pelosok sehingga menekan disparitas harga," tulis siaran pers Kemenhub. (hlz/adm)


Komentar