Kamis, 19 September 2019 | 03:12 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Depo & Gudang
Selasa, 26 April 2016 08:15

Pemerintah Tambah Lagi 16 Pusat Logistik Berikat

Hery Lazuardi

JAKARTA - Pemerintah akan menambah 16 Pusat Logistik Berikat (PLB) yang bergerak di sejumlah sektor, seperti migas, pertambangan, MRO (maintenance, repair and overhaul), otomotif, kapas, farmasi, alumunium, support dan ekspor.

Menurut Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi, pembangunan PLB tersebut akan bekerja sama dengan sejumlah pelaku industri. Dengan tambahan itu, Indonesia akan memiliki 27 PLB yang tersebar di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai (DJBC), saat ini terdapat 11 perusahaan yang memiliki izin PLB di berbagai daerah dan menimbun beragam jenis barang. Semua perusahaan itu telah diresmikan izin PLB-nya oleh Presiden Joko Widodo pada 10 Maret silam.

Dari 11 perusahaan itu, tiga di antaranya bergerak di bidang supporting industri migas dan pertambangan, yakni PT Cipta Krida Bahari di Cakung, PT Petrosea di Balikpapan, dan PT Pelabuhan Panajam Buana Taka (Eastkal-Astra Group) di Balikpapan.

Selain itu, PT Dahana di Subang dengan jenis barang supporting industri migas dan pertambangan (bahan peledak), PT Kamadjaja Logistics di Cibitung (supporting industri makanan dan minuman), dan PT Toyota (TMMIN) di Karawang (supporting industri otomotif).

Kemudian, PT Agility di Halim dan Pondok Ungu dengan jenis barang supporting industri personal care/home care, PT Gerbang Teknologi Cikarang (Cikarang Dry Port) di Cikarang untuk supporting industri tekstil (kapas), dan PT Dunia Express di Sunter dan Karawang (supporting industri tekstil: kapas).

Perusahaan lainnya, PT Khrisna Cargo di Benoa dan Denpasar dengan jenis barang supporting industri kecil menengah; dan PT Vopak Terminal Merak di Merak untuk supporting industri tekstil sintetis (bahan kimia). (hlz/adm)


Komentar