Jumat, 24 Mei 2019 | 21:48 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Jumat, 29 April 2016 14:44

Panggilan Darurat Disatukan ke Nomor Tunggal 112

Hery Lazuardi

JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri bekeja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengintegrasikan panggilan darurat ke nomor 112 agar memudahkan masyarakat dalam penanggulangan keadaan darurat.

Saat ini terdapat beberap[a nomor panggilan darurat, seperti layanan kepolisian 110, ambulans 118, dan pemadan kebakaran 113.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan nomor tunggal panggilan darurat itu merupakan salah satu upaya pemerintah menyediakan layanan publik yang efektif dan efisien, sekaligus untu koordinasi antarinstansi terkait.

"Sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan penyelenggaraan program layanan nomor tunggal panggilan darurat merupakan bentuk aktualisasinya," katanya, Kamis (28/4/2016).

Menurut Mendagri, penetapan layanan nomor tunggal panggilan darurat merupakan kewenangan pusat, dalam hal ini Kemenkominfo. "Oleh karena itu setiap pemerintah kabupaten/kota dan kementerian/lembaga harus melaksanakannya," ujar Tjahjo.

Selain itu, dibentuk unit pengelola yang melaksanakan layanan kepada masyarakat berkenaan dengan nomor panggilan darurat tersebut. "Unit pengelola ini menjadi bagian tugas SKPD yang membidangi urusan kominfo," katanya.

Agar berbagai nomor darurat yang sudah ada segera terintegrasi ke nomor 112, diperlukan koordinasi antar-pemangku kepentingan. Ini akan diatur dalam suatu produk hukum yang menjadi landasan kerja seluruh K/L lembaga dan pemkab/pemkot.

"Mulai 2017 pemkab/pemkot diharapkan sudah mampu mengoperasikan unit pengelola layanan nomor tunggal panggilan darurat secara mandiri," ujar Tjahjo. (hlz/adm)


Komentar