Senin, 18 November 2019 | 11:41 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Rabu, 04 Mei 2016 20:21

Membangun Kapal Ternak Pertama Buatan Dalam Negeri

Hery Lazuardi
(ASSI)

SURABAYA -

Kemampuan industri galangan kapal di dalam negeri saat ini tidak perlu diragukan lagi. Berbagai jenis kapal sudah mampu dibangun, termasuk kapal yang belum pernah dikerjakan sebelumnya seperti kapal perang dan kapal ternak.

Galangan yang berhasil membangun kapal ternak pertama buatan dalam negeri adalah PT Adiluhung Saranasegara Indonesia (ASSI), yang berbasis di Madura, Jawa Timur. Anak perusahaan pelayaran PT Dharma Lautan Utama ini telah membangun kapal ternak berukuran 2.000 GT (gross tonnage) itu dalam waktu 15 bulan.

Berbekal pengalaman membangun 50 kapal, galangan ini berhasil menyerahkan kapal ternak pesanan Kementerian Perhubungan itu sesuai dengan target waktu dan target mutu.

Direktur Utama ASSI Anita Puji Utami mengungkapkan proses pembangunan kapal ternak cukup detil sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak dibandingkan dengan kapal yang sudah pernah dibangun.

"Kapal ternak itu merupakan yang pertama dibangun di dalam negeri dan merupakan kapal prototype. Regulasi di Indonesia juga belum detil terkait dengan kapal ternak," kata Anita.

Kapal ternak yang dibangun Adiluhung mengacu pada Australian Maritime Safety Authority (AMSA) Five Freedom terkait dengan kesejahteraan hewan.

Acuan ini cukup rumit karena ada sejumlah standar yang harus dipenuhi, seperti sistem ventilasi dan supplai udara agar ternak tidak kepanasan dan stres.

Anita mengatakan Adiluhung pada dasarnya bisa membangun berbagai jenis kapal sesuai dengan permintaan pelanggan, seperti kapal ternak ataupun kapal penumpang dll, karena pembangunan kapal sebenarnya sama.

Kapal ternak merupakan salah satu dari 10 kapal pesanan Kementerian Perhubungan yang dibangun di Adiluhung. Dari jumlah tersebut, tiga kapal dijadwalkan rampung tahun ini dan tujuh lainnya ditargetkan selesai pada 2017.

"Program pembangunan kapal baru di Kemenhub sangat signifikan, sehingga dalam tiga tahun ke depan masih akan ada pembangunan kapal baru," ungkapnya.

Saat ini ASSI memiliki kemampuan membangun kapal baru berkapasitas hingga 2.000 DWT. Galangan ini juga memiliki fasilitas lainnya, seperti floating dock berkapasitas hingga 3.200 TLC, slipway (tempat peluncuran kapal), dan reparasi kapal (docking repair) hingga bobot 3.000 DWT.

Anita mengungkapkan pengembangan galangan terus dilakukan seiring dengan meningkatnya pesanan kapal baru dan reparasi. Kapasitas bangunan baru Adiluhung sudah bertambah 100% setelah dilakukan perluasan lahan, penambahan fasilitas dan sumber daya manusia.

Pengembangan kapasitas dan fasilitas reparasi kapal sampai dengan menampung total tujuh kapal dengan kapasitas hingga 10.000 GT per tahun. Fasilitas dermaga dengan daya tampung sepanjang 220 meter ini mampu menampung kapal berukuran 150-200 meter.

"Kami memiliki lahan sekitar 15 hektare, dan saat ini baru dimanfaatkan sekitar 50%. Pengembangan tahap pertama sudah dilakukan, yakni dermaga dilengkapi dengan perizinan sebagai terminal khusus untuk mengakomodasi kapal-kapal yang mengalami emergency," ungkapnya.

Lokasi Strategis

Keunggulan utama dari Adiluhung adalah lokasinya yang strategis karena berada di muara Selat Madura sebelah timur, sehingga galangan ini bisa berfungsi sebagai maintence facility bila ada kapal yang mengalami keadaan darurat, baik di Laut Jawa maupun perairan lainnya.

Apalagi, Surabaya merupakan hub pelabuhan-pelabuhan di kawasan timur Indonesia (KTI) yang ramai dilintasi kapal sehingga keberadaan galangan Adiluhung semakin strategis.

Fasilitas Adilihung sangat memadai sebab memiliki kedalaman laut lebih dari 10 meter bahkan akan diperdalam hingga 15 meter sehingga bisa melayani kapal generasi ketiga (panamax).

Selain melayani kebutuhan internal (PT Dharma Lautan Utama) dan kapal-kapal yang beroperasi di sekitar perairan Surabaya dan Madura, Adiluhung juga melayani kegiatan penunjang fasilitas lepas pantai (offshore) yang banyak beroperasi di perairan Jawa Timur.

Tidak heran jika galangan yang berdiri sejak 1992 ini tidak hanya biasa mereparasi kapal penumpang, tetapi juga berbagai jenis kapal lainnya dengan berbagai ukuran, seperti kapal kargo, kapal tunda dan tongkang, LCT, kapal patroli, kapal offshore, pinisi, dan kapal pesiar.

Peralatan bengkel dengan kapasitas yang terus ditingkatkan menjadikan Adiluhung sebagai maintenance facilitator, tidak hanya dalam perawatan terhadap konstruksi kapal tetapi juga perawatan sistem permesinan kapal.

Tidak kalah penting adalah kesiapan SDM untuk memenuhi berbagai kebutuhan pelanggan. Selain tim internal dan sinergi dengan galangan lainnya, untuk rancang bangun

Adiluhung dibantu oleh tenaga ahli dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Pattimura (Unpati).

Perseroan kini mempekerjakan sekitar 200 karyawan, sementara jumlah tenaga kerja kontraktor kapal lebih dari 1.000 orang. "Dengan semua kemampuan yang ada, kami yakin Indonesia sudah siap dan mampu menjadi pusat galangan kapal regional, bahkan dunia," ujar Anita.(MI) (hlz/hlz)


Komentar