Senin, 18 November 2019 | 22:06 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Land Transport
Minggu, 15 Mei 2016 13:22

Harga Pertamax Series Turun Lagi Rp300 per Liter, Pertamina Pantau Stok

Translog Today

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga bahan bakar minyak umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite hingga Rp300 per liter seiring dengan tren harga minyak mentah dunia.

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan penetapan Pertamax, Pertamax Plus, Pertamina Dex dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi berdasarkan review secara berkala. Perubahan harga BBM itu terhitung mulai Minggu (15/5/2016) pukul 00.00 WIB.

Harga Pertamax diturunkan Rp200 per liter untuk seluruh provinsi di Pulau Jawa, Madura, dan Bali, dan Rp300 per liter untuk daerah lainnya.

Adapun, harga Pertamax Plus turun Rp200 per liter untuk wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, sementara wilayah lainnya turun Rp300 per liter.

Sebagai contoh, Pertamax di Surabaya turun dari semula Rp7.650 per liter menjadi Rp7.450 per liter, sedangkan Pertamax di Kalimantan Timur turun dari Rp8.000 per liter menjadi Rp7.700 per liter.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya Pertamax dibanderol Rp7.350 per liter dari semula Rp7.550 per liter.

Adapun, Pertamina Dex penurunannya seragam di angka Rp300 per liter untuk semua wilayah yang telah tersedia bahan bakar dengan spesifikasi Euro 4 tersebut. Dexlite kini ditetapkan seharga Rp6.650 per liter.

Sementara itu, harga Pertalite rata-rata turun Rp200 per liter di seluruh daerah. Pertalite di Papua yang semula dijual Rp7.300 per liter, kini dijual Rp7.100 per liter.

Solar/Biosolar nonsubsidi juga mengalami penurunan Rp300 per liter. Untuk wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten BBM jenis ini turun dari Rp6.950 liter menjadi Rp6.650 per liter.

"Kami sangat mengapresiasi konsumen bahan bakar khusus (BBK) Pertamina yang pada musim liburan akhir pekan lalu konsumsinya melonjak hingga 30%. Ini menunjukkan masyarakat semakin sadar akan kesesuaian spesifikasi bahan bakar dengan kendaraannya dan didukung oleh ketersediaan produk Pertamina yang semakin meluas," kata Wianda dalam siaran pers.

Selain karena rendahnya harga minyak, tuturnya, penurunan harga BBK Pertamina ini dapat dianggap sebagai wujud apresiasi perusahaan kepada konsumen.

Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, lanjut Wianda, Pertamina akan secara ketat memantau ketersediaan stok BBM Umum tersebut di tingkat SPBU.

"Dengan harga yang turun, konsumsi biasanya meningkat dan untuk memastikan masyarakat dapat terlayani, Pertamina telah menginstruksikan seluruh SPBU untuk menyiapkan stok dengan cukup," katanya. (hlz/hlz)


Komentar