Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:13 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Senin, 16 Mei 2016 09:33

Transportasi Perkotaan Difokuskan pada Kereta Api dan BRT

Hery Lazuardi
(Kemenkeu)

JAKARTA - Pemerintah akan fokus pada pembangunan infrastruktur transportasi massal perkotaan, yakni perkeretaapian dan bus rapit transit (BRT) disertai dengan peningkatan kapasitas dan kualitas jalan raya.

"Indonesia perlu beralih ke transportasi publik. Salah satunya adalah dengan pembangunan infrastruktur perkeretaapian," kata Bambang Prihartono, Direktur Transportasi PPN/Bappenas, Minggu (15/5/2016).

Dia menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara di seminar bertajuk "Role of climate friendly transport system in promoting inclusive growth". Seminar ini merupakan salah satu rangkaian dari Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke-41.

Bambang menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi latar belakang pemikiran tersebut. Pertama, tuturnya, pada 2005 konsumsi energi terbesar digunakan untuk BBM yaitu sebesar 48%.

Kedua, pada tahun yang sama, 23% dari total CO2 yang dihasilkan dari sektor energi, berasal dari emisi kendaraan bermotor. Ketiga, total emisi CO2 yang dihasilkan pada 2010 sebanyak 60 juta ton.

Selanjutnya, terjadi ketidakmerataan konsumsi BBM untuk transportasi, yaitu 90% transportasi darat, 6,9% laut, 2,4% udara, serta 1% kereta api.

Dia mengatakan rencana pembangunan ketiga jenis infrastruktur transpotasi perkotaan tersebut, tidak hanya direncanakan di Jabodetabek, tetapi juga akan digarap di berbagai kota lain.

Sebagai contoh, tutur Bambang, BRT direncanakan dibangun pula di 34 kota besar lain seperti Semarang, Yogyakarta, Solo, Gorontalo, hingga Ambon. (Kemenkeu)
(hlz/adm)


Komentar