Minggu, 17 Januari 2021 | 06:06 WIB

Visit our social media :
Home / Corporation / Corporate Action
Rabu, 25 Mei 2016 17:33

8 BUMN Kontrak Lindung Nilai US$1,75 Miliar

Editor
(repro)

JAKARTA -

Delapan BUMN dari berbagai bidang menyepakati fasilitas lindung nilai (FX Line) dengan tiga bank BUMN, sebagai tindak lanjut dari Program Hedging BUMN yang sudah berjalan sejak 2014.

BUMN yang mengambil kontrak lindung nilai tersebut, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Pelindo II, Pupuk Indonesia, Perusahaan Gas Negara, Badan Urusan Logistik (Bulog), Perum Peruri, Aneka Tambang, dan Semen Baturaja.

Tiga bank BUMN yang terlibat dalam FX Line bernilai total US$1,75 miliar tersebut yaitu Bank BRI US$750 juta, Bank Mandiri US$581 juta, dan BNI US$419 juta. PLN dan Pertamina sebelumnya sudah mengambil langkah yang sama terkait dengan kontrak lindung nilai.

Melalui hedging, daya tahan (resiliency) BUMN akan lebih kuat di tengah fluktuasi pasar uang yang bisa terjadi sewaktu-waktu. FX line akan memberikan BUMN kepastian cash flow sehingga memudahkan pengelolaan keuangan perusahaan.

Direktur Keuangan Pelindo III Saefudin Noer mengatakan perjanjian tersebut merupakan bagian dari upaya pengelolaan risiko keuangan perseroan karena ada kebutuhan dan kewajiban dalam mata uang internasional.

Sesuai dengan arahan Menteri BUMN untuk memperluas sumber pembiayaan, tuturnya, Pelindo III sudah memiliki global bond, ECA, dan sedang menjajaki sindikasi pembiayaan dengan bank BUMN.

Perseroan juga menjajaki penerbitan obligasi untuk memenuhi kebutuhan capex maupun opex hingga 2019.

"Kami akan menjaga keseimbangan antara pembiayaan dari perbankan maupun debt capital market instrument, seperti sukuk maupun obligasi konvensional," katanya di sela-sela penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu (25/5/2016). Acara disaksikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno. (hlz/hlz)


Komentar