Senin, 10 Desember 2018 | 08:46 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Kamis, 26 Mei 2016 20:23

Disparitas Harga Tinggi, Pemerintah Gagal Manfaatkan Kekuatan Maritim

Hery Lazuardi
(Pelindo III)

JAKARTA - Pemerintah seharusnya memanfaatkan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan untuk menekan harga kebutuhan pokok di pelosok daerah dengan mengoptimalkan angkutan laut. Pasalnya, angkutan laut dinilai jauh lebih efisien dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Selama ini, kata anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo Soekartono, laut sering dipersepsikan sebagai pemisah antar pulau yang menyebabkan ongkos angkut barang menjadi mahal.

"Itu persepsi yang keliru, bahkan pemerintah juga belum menyadari betul keunggulan angkutan laut sehingga kebijakannya masih setengah hati dan tidak serius," katanya, Kamis (26/6/2016).

Menurut Bambang, bentuk negara kepulauan justru sangat menguntungkan Indonesia apabila ditopang angkutan laut yang andal. Biaya angkutan barang ke seluruh Tanah Air dipastikan jauh lebih murah jika menggunakan kapal laut.

Dia memberikan contoh, tarif pelayaran menggunakan kontainer yang bisa mengangkut barang 20 ton dari Jakarta ke Jayapura dengan jarak lebih kurang 5.500 km sekitar Rp15 juta atau hanya Rp2.700 per km.

Sebagai perbandingan, ongkos angkut dengan truk tronton kapasitas 12 ton dari Jakarta ke Cikarang dengan jarak kurang dari 100 km bisa mencapai Rp3 juta atau Rp30.000 per km.

Keunggulan lain dari angkutan laut, jelas Bambang, adalah pemerintah bisa menghemat anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Untuk perbaikan jalan saja, ungkapnya, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp100 triliun per tahun. Belum lagi untuk kelengkapan infrastruktur lainnya, seperti jembatan, rambu jalan, lintasan sebidang, dan sebagainya.

Bambang mengatakan harga barang dan sembako di daerah pesisir kawasan timur Indonesia yang bisa diakses kapal laut relatif sama dengan daerah lain di kawasan barat, bahkan beberapa jenis barang lebih murah.

"Yang menyebabkan harga menjadi mahal karena barang itu diangkut lagi melalui darat atau udara ke daerah pedalaman. Infrastruktur jalan yang buruk dan tarif pesawat yang mahal membuat harga naik ratusan kali, sehingga rakyat di pedalaman tidak bisa menikmati hasil pembangunan," ujarnya.

Kondisi itu, lanjut Bambang, membuat program Tol Laut yang dijalankan pemerintahan saat ini tidak efektif. Apalagi, rute kapal Tol Laut selama ini sudah dilayani oleh kapal swasta.

"Program Tol Laut mubazir, hanya menghambur-hamburkan anggaran. Pemerintah tidak memilliki strategi yang komprehensif di bidang maritim," ungkapnya. (hlz/hlz)


Komentar