Jumat, 19 Juli 2019 | 06:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelabuhan
Jumat, 27 Mei 2016 15:20

New Priok Uji Coba Layani Pelayaran Internasional, Siap Beroperasi Penuh Juli

Aidikar M. Saidi

JAKARTA - PT New Priok Container Terminal One (NPCT1) melaksanakan uji coba operasi untuk pelayaran internasional yang mendatangkan Kapal Sinar Sumba Voy 400 milik Samudera Indonesia Shipping Line Ltd dengan GRT 18.000 ton.

Uji coba ini merupakan tindak lanjut dari uji coba operasi pelayaran domestik pada 27 Januari 2016, yang melayani MV Selat Mas dengan GRT 14.000 ton.

Uji coba operasi dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional terminal petikemas, baik dari sisi infrastruktur, suprastruktur, maupun sistem informasi di sisi dermaga, lapangan dan gate.

Selain itu, untuk sinkronisasi proses pelayanan antara terminal dan instansi pemerintah lain, seperti Bea Cukai dan Karantina, serta dengan para pelaku usaha logistik dan pemilik barang.

NPCT1 memiliki luas lahan sekitar 32 ha dan kapasitas 1,5 juta TEUs per tahun. Panjang dermaga saat ini 450 meter (850 meter pada akhir 2016) dan kedalaman -14 meter LWS (dikeruk secara bertahap hingga -20 meter).

Terminal ini diproyeksikan dapat melayani kapal petikemas berkapasitas 13.000-15.000 TEUs dengan bobot di atas 150.000 DWT.

NPCT1 merupakan terminal petikemas pertama dalam pembangunan Fase 1 Terminal New Priok yang terdiri atas tiga terminal petikemas dan dua terminal produk.

Pembangunan Fase 2 Terminal New Priok akan direalisasikan setelah pengoperasian Fase 1 New Priok.

Ketika proyek New Priok selesai, akan ada total tujuh terminal petikemas dan dua terminal produk dengan area pendukungnya yang memiliki total area 411 ha.

"Trial operation ini guna memastikan bahwa terminal betul-betul siap untuk melayani pengguna jasa. Operasi komersial secara penuh akan dilaksanakan sekitar akhir Juli 2016," ujar Saptono R. Irianto, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha IPC.

NPCT1 adalah anak perusahaan PT IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) yang bekerja sama dengan konsorsium (Mitsui, NYK Line dan PSA Global). IPC TPK merupakan salah satu anak perusahaan Pelindo II (IPC).

IPC merupakan operator pelabuhan terbesar di Indonesia, memiliki 12 cabang pelabuhan di wilayah barat Indonesia, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Sunda Kelapa, Palembang, Pontianak, Teluk Bayur, Banten, Bengkulu, Panjang, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam dan Tanjung Pandan.

IPC juga memiliki 16 anak perusahaan dan afiliasi yang terdiri atas PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Jakarta International Container Terminal (JICT), PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, dan PT Indonesia Kendaraan Terminal.

Selain itu, PT Energi Pelabuhan Indonesia, PT Integrasi Logistik Cipta Solusi, PT Jasa Peralatan Pelabuhan Indonesia, PT Pengerukan Indonesia, PT Electronic Data Interchange Indonesia, dan PT Terminal Petikemas Indonesia.

Anak perusahaan lainnya, yakni PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia, PT IPC Terminal Petikemas, PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Multi Terminal Indonesia, PT Jasa Armada Indonesia, dan KSO TPK Koja. (hlz/hlz)


Komentar