Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:35 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Supply Chain
Selasa, 07 Juni 2016 16:35

Bulog Ditugaskan Jaga Stok dan Harga 11 Bahan Pangan

Translog Today

JAKARTA - Badan Urusan Logistik (Bulog) ditugaskan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga delapan bahan pangan lainnya di tingkat konsumen dan produsen, selain bahan pangan pokok yakni beras, jagung dan kedelai.

Bahan pangan itu yakni gula, minyak goreng, tepung terigu, bawang berah, cabe, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam.

Penugasan itu tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan Kepada Perum Bulog Dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Mei 2016.

Berdasarkan Perpres tersebut, untuk jenis pangan pokok selain beras, jagung, dan kedelai, Menteri Perdagangan dapat menugaskan kepada BUMN di luar Bulog atau kepada Bulog dengan persetujuan Menteri BUMN sesuai Keputusan Rapat Koordinasi.

Dalam melaksanakan tugasnya, Bulog melakukan pengamanan harga pangan di tingkat produsen dan konsumen, pengelolaan cadangan pangan pemerintah, penyediaan dan pendistribusian pangan, pelaksanaan impor pangan, pengembangan industri berbasis pangan,; dan pengembangan pergudangan pangan.

Menurut Perpres itu, stabilisasi harga pangan pada tingkat produsen dilakukan Bulog dengan Harga Acuan (HPP) di gudang Bulog, apabila rata-rata harga pasar setempat di tingkat produsen di bawah HPP.

Jika rata-rata harga pasar setempat di tingkat produsen di atas HPP, Bulog diberikan fleksibilitas harga pembelian pangan, yang besaran dan jangka waktunya ditentukan melalui Keputusan Rapat Koordinasi.

Sementara stabilisasi harga pada tingkat konsumen, menurut Perpres ini, dilaksanakan melalui operasi pasar oleh Bulog dengan harga paling tinggi sama dengan HET (harga eceran tertinggi).

Perpres ini juga menegaskan, bahwa pengadaan pangan oleh Perum BULOG diutamakan melalui pengadaan pangan dalam negeri.

Dalam hal pengadaan pangan dalam negeri tidak mencukupi, dapat dilakukan pengadaan pangan dari stok operasional Bulog maupun dari luar negeri dengan tetap menjaga kepentingan produsen dan konsumen dalam negeri.
(hlz/hlz)


Komentar