Senin, 21 Oktober 2019 | 00:12 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Senin, 20 Juni 2016 21:42

Floaton Bahari Kembangkan Kapal, Dermaga Apung, Keramba HDPE

Editor
Dermaga apung HDPE

PT Floaton Bahari Indonesia mengembangkan kapal, dermaga apung dan keramba berbahan berbahan high density polyethylene (HDPE), untuk mendukung industri kemaritiman di dalam negeri.

Presiden Direktur Floaton Bahari Indonesia Hary Supriadi mengatakan HDPE cocok digunakan sebagai material produk maritim karena kateristiknya lebih ringan dari air dan memiliki ketahanan yang tinggi.

Bahan tersebut mempunyai permukaan yang halus sehingga memiliki koefisien gesek (friction loss) yang kecil dan biaya perawatan murah karena mudah dibersihkan.

"Keunggulan lainnya, dapat didaur ulang dan dibentuk sesuai dengan cetakan pada suhu dan tekanan tertentu. Bahan ini elastis, kuat, tahan benturan, tahan cuaca dan ramah lingkungan," katanya seusai menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin, Senin (20/6/2016).

Floatan Bahari menggunakan HDPE yang dihasilkan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, produsen petrokimia terintegrasi dan mengoperasikan naphtha cracker yang memproduksi olefin dan polyolefin berkualitas tinggi, serta produsen tunggal styrene monomer dan butadiene.

Untuk produksi kapal, Floaton bersama Pusat Studi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS Surabaya) mengembangkan desain kapal. Sifat kapal HDPE yang elastis dan kuat, mampu menahan benturan, tahan terhadap cuaca buruk (sea stage 3) dan mengatasi kemiringan hingga 40 derajat.

"Kapal HDPE banyak digunakan oleh perusahaan produsen minyak lepas pantai, juga bisa menjadi kapal patroli dan kapal penumpang. Aplikasinya fleksibel," katanya.

Adapun, dermaga apung digunakan oleh instansi pemerintah bidang perhubungan dan kelautan. Beberapa pemerintah daerah sudah memanfaatkan keramba produk Floaton Bahari untuk perikanan budi daya.

"Dermaga apung kami sudah dipakai di Nusa Tenggara Barat (Pelabuhan Pemenang, Gili Nanggu, Benete Sumbawa Besar), Ternate Maluku Utara, Saunan Ketapang Kalbar, dan Anambas Kepulauan Riau," ujar Hary.

Dermaga apung cocok untuk pulau-pulau kecil, sungai yang menjadi sarana transportasi, daerah yang sulit dijangkau alat berat dan danau untuk rekreasi.

Sementara itu, produk Keramba Jaring Apung (KJA) Floaton sudah digunakan di Bengkulu, Nusa Lembongan Bali, Pulau Panjang Riau dan Anambas Kepri. (hlz/hlz)


Komentar