Senin, 22 Juli 2019 | 17:27 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Rabu, 22 Juni 2016 19:12

Angka Pengenal Impor Tak Diperbarui Terblokir Otomatis Mulai 1 Juli

Editor
(repro)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan mengingatkan para importir segera memperbarui Angka Pengenal Impor (API) sebelum batas akhir 30 Juni 2016.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Karyanto Suprih menegaskan mulai 1 Juli 2016 semua API yang belum disesuaikan akan terblokir secara sistem.

Selanjutnya API tersebut tidak dapat digunakan lagi sebagai instrumen dalam melakukan kegiatan importasi.

"Penyesuaian API dilakukan agar tertib administrasi di bidang impor dapat terlaksana. Batas waktu penyesuaian API yang diberikan sudah sangat cukup, yaitu 6 bulan sejak Permendag No. 70 Tahun 2015 berlaku pada 1 Januari," tegas Karyanto dalam Sosialisasi Penyesuaian API di kantor Kemendag, Selasa (21/6/2016).

API merupakan tanda pengenal yang harus dimiliki importir dalam melakukan importasi barang, sekaligus menjadi instrumen penataan tertib impor dalam kebijakan perdagangan luar negeri.

Pengaturan API tertuang dalam Permendag No. 70/2015 yang diterbitkan pada 28 September 2015 sebagai bagian dalam paket pertama deregulasi terkait penyederhaan dokumen dan persyaratan dalam melakukan kegiatan impor.

Permendag ini mengatur bahwa setiap perusahaan hanya boleh memiliki satu jenis API. Apabila tujuan impor barang untuk diperdagangkan, maka perusahaan harus memiliki API-U.

Adapun apabila tujuan impor untuk dipergunakan sendiri sebagai barang modal, bahan baku, bahan penolong, dan/atau bahan untuk mendukung proses produksi, maka perusahaan harus memiliki API-P.

Pasal 37 Permendag itu menetapkan bahwa API-U dan API-P yang telah diterbitkan berdasarkan Permendag No. 27/2012 tentang API sebagaimana telah diubah beberapa kali dan terakhir dengan Permendag No. 84/2012, harus disesuaikan dengan Permendag No. 70/2015 paling lambat 30 Juni 2016.

"Penyesuaian API dapat dilakukan di instansi penerbit API tempat API sebelumnya diterbitkan," lanjut Karyanto.

Dia menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan Kemendag untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya penyesuaian API. Pihaknya juga melakukan sosialisasi dan menyampaikan informasi kepada instansi penerbit dan pelaku usaha terkait ketentuan API tersebut. (hlz/hlz)


Komentar