Senin, 24 September 2018 | 10:18 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Freight/Cargo
Sabtu, 25 Juni 2016 20:27

RPX Kantongi Regulated Agent Third Country (RA 3) Validation Kargo ke Eropa

Hery Lazuardi

JAKARTA - RPX, penyedia layanan pengiriman ekspres dan solusi logistik terpadu, melalui salah satu pilar bisnisnya Agency Services dinyatakan valid beroperasi sebagai Regulated Agent Third Country (RA 3) dalam penangangan kargo internasional tujuan Eropa.

RA 3 Validation aktif untuk RPX Cargo Building (RCB) 1, 2 dan 3 di Komplek Pergudangan Lini I Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.

Validasi berdasarkan audit internasional yang dilakukan oleh Independent European Commission Aviation Security Validator di bawah naungan Eureka Star Pte Ltd.

Hasil audit RA 3 Validation ditandatangani Ad Verkerk, Validator, dan Taufick Daniel Mochtar, Senior Vice President Agency and Ancillary Services RPX Group selaku operator pergudangan.

Regulasi negara di Uni Eropa (Regulation EU 2015/1998) mengharuskan setiap pesawat yang membawa kargo dan akan berangkat ke negara tersebut sudah tervalidasi Air Cargo or Mail Carrier Operating Into the Union from a Third Country Airport (ACC3). Kargo harus melewati proses pemeriksaan (screening) oleh gudang yang memiliki validasi sebagai RA 3.

Negara tujuan di Uni Eropa yang membutuhkan validasi RA 3 antara lain Austria, Belgia, Bulgaria, Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Irlandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Malta, Belanda, Polandia, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia dan Inggris. Prasyarat tersebut juga dibutuhkan untuk pengiriman ke Islandia, Norwegia dan Swiss.

Taufick Daniel Mochtar mengatakan RA 3 Validation akan mendukung kinerja gudang transit RCB di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta.

"Hal ini menjadi portofolio yang semakin meningkatkan kemampuan RPX untuk menyediakan layanan manajemen kargo milik maskapai penerbangan," katanya dalam siaran pers, Sabtu (25/6/2016).

Menurut dia, kelancaran pengaturan arus kargo internasional menjadi prioritas penangangan RPX. "Prestasi itu sekaligus wujud dari komitmen RPX dalam memberikan pelayanan lebih unggul di bidang kargo, mendekatkan kepada pelanggan serta mampu menjangkau area lebih luas lagi."

Dengan menggunakan layanan ini, pelanggan akan langsung merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam pengalokasian kargo untuk pengiriman internasional, yaitu mempersingkat waktu tanpa proses penanganan dan pemeriksaan ulang di bandara transit. Saat transfer (pindah pesawat), kargo langsung diangkut ke pesawat tujuan Eropa.

Layanan ini juga memberikan nilai tambah pelanggan dari sisi keamanan kargo. Semua persyaratan dan pemeriksaan ekspor diselesaikan di Jakarta, sehingga tidak ada verifikasi lebih lanjut dilakukan pada saat kedatangan kargo di bandara transit atau tujuan.

"Kami optimistis, status sebagai RA 3 yang dimiliki RPX, akan mengembangkan dan membuka peluang bisnis kargo lebih besar lagi bersama perusahaan penerbangan. Potensi ini sejalan rencana ekspansi maskapai nasional menuju Eropa dan maskapai internasional yang menghubungkan Indonesia dengan negara di Eropa," kata Taufick.

RPX membidik volume kargo di negara transit atau sebagai penghubung penerbangan menuju Eropa, antara lain Asia Tenggara (Kuala lumpur, Bangkok, Singapura), Asia Selatan (Kolombo, Mumbai, New Delhi), Timur Tengah (Abu Dhabi, Dubai, Kuwait, Doha, Muskat, Mesir).

Untuk negara tujuan Eropa, RPX menyasar pasar kargo di Belanda, Spanyol, Inggris, Austria, Denmark, Finlandia, Italia, Jerman dan negara potensial lainnya.

Gudang transit RPX saat ini memiliki akses langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Ahmad Yani Semarang (SRG) dan Bandara Juanda Surabaya (SUB).

Layanan tersebut diklaim memiliki sejumlah keunggulan, yaitu komputerisasi didukung Warehouse System, kemudahan kepabeanan, peralatan modern untuk penangangan barang, Staging Management tepat, penyimpanan dan keamanan bagi barang berbahaya.

Selain itu, peralatan sesuai standar keselamatan kerja, sistem informasi kargo untuk mengetahui status pergerakan barang, bekerja sama berbagai pihak untuk PLP (Pemindahan Lokasi Penimbunan), Transhipment Cargo dan layanan BC 1.2 serta terintegrasi online dan offline dengan sistem maskapai dalam hal manifest kargo udara dan pengelolaan kargo lainnya. (hlz/hlz)


Komentar