Senin, 22 Oktober 2018 | 13:25 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Pelayaran
Rabu, 29 Juni 2016 14:24

PN Jakarta Pusat: Johnson W. Sutjipto Ketua Umum INSA yang Sah

Translog Today
Johnson W. Sutjipto (repro)

JAKARTA - Johnson W. Sutjipto mengajak seluruh anggota Indonesian National Shipowners' Association (INSA) kembali bersatu, menyusul keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memenangkan dirinya sebagai ketua umum asosiasi pelayaran nasional itu.

Dalam putusan PN Jakpus yang dibacakan pada Selasa (28/6/2016), majelis hakim menyatakan sah dan berkekuatan hukum bahwa Johnson W. Sutjipto sebagai Ketua Umum INSA dan Lolok Sujatmiko sebagai pemegang mandat guna menindaklanjuti hasil pemilihan Ketum INSA pada RUA ke-XVI di Hotel Kempinski Jakarta pada 20-21 Agustus 2015.

"Dengan adanya keputusan ini, kami mengajak seluruh anggota INSA kembali bersatu. Sejak awal kami membuka pintu rekonsiliasi dan kami yakin akan dicapai titik temu," kata Johnson, Rabu (29/6/2016).

Dalam pemilihan Ketum INSA periode 2015-2019 pada 21 Agustus 2015, Johnson memperoleh 386 suara, mengalahkan calon lainnya Carmelita Hartoto yang mengantongi 363 suara.

Suara tidak sah tercatat 5 suara dan 46 suara tidak terpakai. Adapun jumlah peserta pleno yang menggunakan hak suara 754 orang.

Dengan demikian, Johnson berhasil memperoleh 50%+1 suara. Namun, hasil itu ditolak oleh kubu Carmelita sehingga berujung gugatan di pengadilan oleh kubu Johnson. Carmelita kemudian menggelar RUA ulang yang memilih dirinya sebagai Ketum INSA.

Dalam putusannya, PN Jakpus menyatakan para tergugat terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum, sebagaimana ketentuan Pasal 1365 hukum perdata.

"Menyatakan tidak sah dan cacat hukum surat pemberitahuan tanggal 18 September 2015 dan surat keputusan pengurus INSA tanggal 25 September 2015 yang ditandatangani Carmelita Hartoto dengan mengatasnamakan Ketum INSA, karena bertentangan dengan AD/ART INSA serta Tata Tertib RUA ke-XVI INSA sehingga batal demi hukum," tulis keputusan itu.

Johnson mengatakan keputusan PN Jakpus itu sudah memenuhi rasa keadilan kepada dirinya sebagai kandidat yang memperoleh dukungan mayoritas mandat peserta RUA dalam pemilihan Ketum INSA maupun 386 anggota yang mendukungnya.

"Lebih dari itu, kami bisa melayani anggota dan stakholders dengan lebih baik lagi setelah adanya keputusan tersebut," ungkapnya.
(hlz/hlz)


Komentar