Rabu, 20 November 2019 | 15:57 WIB

Visit our social media :
Home / Regulation / Customs
Kamis, 28 Juli 2016 10:14

Fasilitas Jalur Hijau Pangkas Customs Clearance Time Hingga 94%

Editor
(DBC/repro)

JAKARTA - Berdasarkan monitoring Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), fasilitas percepatan importasi jalur hijau memangkas customs clearance time rata-rata 94%, dari 6,05 hari menjadi 0,36 hari.

Sejak diluncurkan pada 11 Januari 2016 hingga 18 Juli 2016, tercatat 66 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas tersebut. Dari jumlah itu, 62 perusahaan sudah merealisasikan importasi mesin, barang dan peralatan senilai Rp15,96 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengungkapkan 66 perusahaan tersebut sebagian besar merupakan importir baru yang menggunakan fasilitas BKPM, sehingga tidak dilakukan pemeriksaan fisik oleh DJBC pada saat importasi.

Fasilitas untuk investor itu diberikan DJBC setelah mendapatkan rekomendasi dari BKPM.

"Biasanya dengan pemeriksaan fisik dan dokumen pada saat impor, rata-rata waktu pelayanan Bea Cukai 6,047 hari. Namun tanpa pemeriksaan fisik barang, layanan jauh lebih cepat, bahkan kurang dari 0,5 hari," jelasnya, Selasa (26/7/2016).

Percepatan waktu pelayanan kepabeanan dinilai sangat membantu investor dalam mempercepat proses konstruksi proyek, terutama di wilayah terpencil.

Sedikitnya dua perusahaan di wilayah terpencil sudah merasakan manfaat nyata dari fasilitas tersebut.

Pertama, satu perusahaan yang berinvestasi di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan customs clearance time 95% lebih cepat, yaitu dari 6,7 hari menjadi 0,34 hari.

Kedua, perusahaan yang berinvestasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, dimana customs clearance time-nya 94% lebih cepat, yaitu dari 4,73 hari menjadi 0,28 hari.(DJBC) (hlz/hlz)


Komentar