Sabtu, 21 April 2018 | 16:16 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Depo & Gudang
Rabu, 21 September 2016 20:19

Luhut Dorong Cikarang Dry Port Genjot Utilitas dan Pangkas Dwelling Time

Translog Today
(maritim.go.id)

CIKARANG -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan mendorong Cikarang Dry Port meningkatkan kapasitasnya agar bisa mengurai masalah bongkar muat di pelabuhan dan bersaing dengan pelabuhan besar di regional.

Menurut Luhut, Cikarang Dry Port (CDP) saat ini baru melayani sekitar 60.000-70.000 TEUs, jauh di bawah kapasitasnya yang mencapai 400.000 TEUs per tahun.

"Target pertumbuhan ekonomi kita 6%- 7%, akan membuat pertumbuhan perdagangan semakin cepat, sehingga butuh kapasitas pelabuhan lebih besar lagi. Kapasitas Tanjung Priok saat ini sekitar 3 juta TEUs akan kita tambah menjadi 16 juta TEUs. Itupun masih di bawah Singapura sekitar 32 juta TEUs," ujarnya saat berkunjung ke CDP, Rabu (21/9).

Luhut meminta manajemen CDP segera mengindentifikasi permasalahan yang selama ini menghambat peningkatan kapasitas. Dia berjanji akan membahas masalah itu dengan kementerian terkait.

"Persoalan yang terlihat saat ini seperti regulasi, langsir kereta, tata ruang,dan perpanjangan rel kereta dan lain-lain akan kami bicarakan. Anda yang berada di lapangan harus berdialog dengan regulator," ujarnya.

Dia akan mendorong kebijakan guna mengoptimalkan dry port hingga satu tahun ke depan, selanjutnya dievaluasi dan disempurnakan agar kebijakan itu dapat diimplementasikan dengan lebih baik.

Dalam pertemuan itu, Luhut menyampaikan keinginannya agar CDP mempersingkat waktu dwelling time menjadi 2 hari dari saat ini sekitar 3 hari.

"Saya mendukung pengembangan dry port, termasuk menambah jumlahnya, agar dwelling time dan biaya logistik dapat turun secara signifikan," kata Luhut.

Menurut dia, Pulau Jawa saja sekarang memerlukan sekitar lima dry port untuk menurunkan biaya logistik.

"Penurunan dwelling time akan menurunkan biaya logistik, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing industri kita, baik di pasar domestik maupun luar negeri," kata Luhut. (hlz/hlz)


Komentar