Rabu, 20 November 2019 | 04:07 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Railway
Sabtu, 08 Oktober 2016 20:58

Indonesia Resmi Minta Jepang Bangun Kereta Cepat Jakarta-Surabaya

Translog Today
(Kemenko Maritim)

JAKARTA - Menko Maritim Luhut Pandjaitan mengatakan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe, pihaknya berharap Jepang dapat mengerjakan proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.

Pemerintah Indonesia secara resmi meminta kepada Jepang untuk mengerjakan proyek kereta semi-cepat rute Jakarta-Surabaya.

Surat permintaan itu disampaikan oleh Menko Maritim Luhut Pandjaitan dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Shinzo Abe di Tokyo, Jepang, Kamis (7/10).

"Kami sudah menyampaikan surat resmi kepada Pemerintah Jepang untuk dapat mengerjakan proyek ini. Secara pribadi, saya yakin teknologi Jepang tepat untuk proyek ini," kata Luhut saat diwawancara oleh media Jepang, Jumat (7/10).

Dalam lawatannya selama tiga hari ke Jepang, Luhut juga bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Keiichi Ishii, Wakil Menterli Luar Negeri Shinsuke Sugiyama dan beberapa anggota muda Liga Parlemen Jepang Indonesia.

Luhut mengatakan selain kereta cepat, ada beberapa hal yang dibahas dengan PM Abe, antara lain kerja sama ekonomi kemaritiman, peluang investasi di Indonesia, dan masalah Laut Cina Selatan.

"Kereta ini adalah kereta semi cepat dengan kecepatan 180-200 km/jam, jadi untuk jarak Jakarta-Surabaya diharapkan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 3,5 jam," ujarnya.

Jalurnya akan berupa rel ganda, yang memungkinkannya dimanfaatkan untuk angkutan peti kemas dry port antara Jakarta - Semarang - Surabaya," kata Luhut.

Jika Jepang mengerjakan proyek ini, Luhut berharap negara itu bisa melakukan alih teknologi kepada Indonesia dan mematuhi peraturan di Indonesia yang memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri.

Adapun kerja sama di bidang ekonomi kemaritiman, Luhut mengatakan Indonesia mengundang Jepang berinvestasi di wilayah East Natuna, yaitu di bidang minyak dan gas dan di sektor maritim lainnya.

"Kami juga menyampaikan bahwa Jepang bisa berinvestasi di banyak tempat di Indonesia, termasuk di Kepulauan Natuna, Saumlaki, Nias, Sorong dan Bitung," ujarnya.

Pembangunan pelabuhan di beberapa wilayah juga akan dilakukan melalui kerja sama kedua negara.

Progres Blok Masela pun turut dibicarakan dengan PM Abe. Kerja sama di bidang pendidikan dan pelatihan tenaga kerja juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut. (hlz/hlz)


Komentar