Jumat, 22 Juni 2018 | 12:07 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Supply Chain
Rabu, 19 Oktober 2016 15:07

GMF AeroAsia Resmi Menjadi Pusat Logistik Berikat Bidang Aviasi

Translog Today

JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsiaresmi menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB) tahap II, setelah melalui beberapa proses administrasi dan teknis dari Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Dengan fasilitas tersebut, GMF AeroAsia menjadi PLB di bidang aviasi satu-satunya di Indonesia.

"Dengan pemberian fasilitas ini, GMF diharapkan menjadi hub lalu lintas logistik komponen pesawat di Indonesia," kata Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo di sela-sela Jakarta International Logistics Summit & Expo (JILSE) 2016 di Jakarta, Rabu (19/10).

Dia mengatkan PLB GMF melayani kebutuhan produksi dan membuka kesempatan yang besar untuk area perdagangan logistik dalam industri aviasi.

Menurut Juliandra, proyek Just in Time menjadi mudah dan proses waktu tunggu barang atau dwelling time dapat ditekan maksimal menjadi 24 jam sehingga kebutuhan komponen pesawat dapat tersedia dengan cepat.

"Fasilitas ini menguntungkan bagi maskapai yang melakukan perawatan karena kecepatan distribusi material menjadi fokus utama dari pelaku bisnis MRO (maintenance, repair, and overhaul)," ujarnya.

Ada beberapa keunatungan PLB GMF bagi pelaku industri aviasi, di antarannya memberikan fleksibilitas kepada GMF, pemasok dan importir komponen material.

"Fleksibilitas ini adalah kemudahan kegiatan penimbunan barang menjadi lebih sederhana di dalam industri PLB serta pelaku industri aviasi akan mendapatkan penangguhan bea masuk dan pajak apabila transaksi dilakukan di dalam PLB," jelasnya.

Adapun keuntungan bagi GMF selaku penerima fasilitas PLB adalah meminimalkan waktu (turn around time) untuk pengerjaan perawatan pesawat. "GMF berharap dapat berkontribusi dalam memastikan kelaikan pesawat udara," ungkapnya.

Dalam acara tersebut, GMF juga menyepakati kerja sama dengan beberapa mitra strategis, di antaranya Airbus untuk managed inventory, DB Schenker untuk ketersediaan material persawat (supply aircraft material), dan Alliance 21 untuk aktivias pengiriman dalam rangka mendukung kecepatan maintenance pesawat. (hlz/hlz)


Komentar