Senin, 22 Januari 2018 | 07:40 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Jumat, 21 Oktober 2016 07:14

Cegah Pungli, Bea Cukai Optimalkan Sistem Layanan Elektronik

Translog Today
(DBC/repro)

JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memanfaatkan sistem Pertukaran Data Elektronik (PDE) berbasis internet guna mencegah pungutan liar (pungli).

"Selain kecepatan pelayanan yang memudahkan dan mengefisienkan waktu importir, eksportir, dan pengguna jasa kepabeanan, Bea Cukai memanfaatkan sistem ini untuk meminimalkan kontak fisik antara pengguna jasa dan petugas sehingga dapat mencegah pungli," ungkap Plh Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga DJBC Alfian Chaniago, Kamis (20/10).

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Robert Leonard Marbun mengungkapkan, pencegahan pungli tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menghapus pungli dari pemerintahan.

"Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi juga memerintahkan kepada segenap jajaran di Bea Cukai untuk turut serta memerangi praktik pungli," ujarnya.

Penerapan penyampaian dokumen dengan sistem PDE ini meliputi pemberitahuan manifest (BC.1.1), pemberitahuan impor barang (BC.2.0), dan pemberitahuan ekspor barang (BC.3.0).

Agar dapat menggunakan sistem PDE, pengguna jasa kepabeanan perlu mendapatkan modul, dengan cara mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), dengan melampirkan dokumen pendukung yang dipersyaratkan.

Dokumen pendukung tersebut yaitu akte pendirian perusahaan, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)/Tanda Daftar Perusahaan (TDP), foto kopi dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),

Selain itu, Angka Pengenal Importir (API), Nomor Identitas Kepabeanan (NIK), spesimen tanda tangan pimpinan perusahaan, dan kode aktivasi Electronic Data Interchange. (hlz/hlz)


Komentar