Sabtu, 21 Juli 2018 | 22:31 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Selasa, 01 November 2016 18:31

IKA ITS Sampaikan 5 Rekomendasi Majukan Sektor Maritim ke Presiden

Translog Today
(setkab)

JAKARTA - Ikatan Keluarga Alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (IKA ITS) menyampaikan lima rekomendasi kepada Presiden Joko Widodo guna memajukan sektor kemaritiman nasional.

Rekomendasi itu merupakan hasil Focus Group Discussion (FGD)
IKA ITS beberapa waktu lalu, yang mengangkat tema Indonesia Maritim Dunia, Membangun Indonesia menjadi Negara Maritim Maju dan Kuat.

Ketua IKA ITS Dwi Soetjipto mengatakan rekomendasi itu, pertama, mendorong budidaya perikanan dan penguatan alat tangkap nelayan serta modernisasi kemampuan jelajah kapal nelayan di era teknologi informasi.

"Dukungan pemerintah untuk memberikan informasi tentang cuaca, persebaran ikan dan lainnya akan sangat membantu nelayan yang sebagian besar masih tradisional," ujar Dwi seusai bertemu Presiden di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (1/11).

Kedua, memperkuat transportasi laut guna memudahkan distribusi barang dari produsen ke konsumen agar harganya terjangkau.

Kapal-kapal pengangkut barang konsumsi ke daerah juga perlu didorong agar membawa muatan bahan baku industri yang kini masih dominan di Jawa.

Selain itu, lanjut Dwi, memperbanyak kapal khusus barang seperti kapal ternak untuk memotong rantai distribusi dan menekan harga di tingkat konsumen.

Ketiga, optimalisasi potensi pariwisata bahari. Dengan luas Indonesia yang lebih dari 2/3 adalah laut dan masih banyak daerah yang memiliki keelokan laut seperti Raja Ampat, Bunaken, dan sebagainya. Dengan mudahnya transportasi laut, wisata bahari semakin berkembang.

Keempat, perlu peran pemerintah yang lebih besar guna mendorong dunia usaha mengeksplorasi dan berinvestasi di laut.

Pasalnya, hingga kini masih banyak mineral laut yang belum dieksplorasi dan pengeboran laut dalam yang butuh teknologi dan investasi yang besar.

"Mengingat risiko yang besar, pemerintah perlu memberikan insentif yang lebih tinggi untuk investasi di laut dibandingkan di darat," ujar Dwi yang sehari-hari memimpin PT Pertamina (Persero).

Kelima, memperkuat investasi berbasis maritim dengan mendorong tumbuhnya industri maritim dan menciptakan industri baru di daerah yang dekat dengan perbatasan negara lain.

Secara geopolitik, IKA ITS menilai langkah itu akan menandai kehadiran simbol-simbol Indonesia dan memperkuat iklim politik internasional secara ekonomi dan mendekatkan industri dengan pasar ekspor.

Menanggapi rekomendasi IKA ITS itu, tutur Dwi, Presiden Jokowi mendorong agar ditindaklanjuti.

"Beliau mengarahkan bagaimana melaksanakan prioritas terhadap beberapa agenda dalam rekomendasi yang memang harus segera ditindaklanjuti, antara lain infrastruktur, SDM, dan industri, serta beberapa hal yang berkaitan dengan pengembangan inovasi yang berkaitan dengan maritim," ujarnya.


(hlz/hlz)


Komentar