Rabu, 20 November 2019 | 16:26 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Rabu, 02 November 2016 18:40

Inaportnet Resmi Diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Translog Today

SURABAYA - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan secara resmi menerapkan Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai bagian dari penerapan tahap awal aplikasi itu di empat pelabuhan utama.

Menurut rencana, Inaportnet akan diterapkan di 16 pelabuhan di Indonesia, yang pada tahap awal diterapkan di 4 pelabuhan utama yakni Pelabuhan Makassar, Belawan, Tanjung Priok, dan Tanjung Perak.

Dirjen Hubla A. Tonny Budiono mengatakan penerapan Inaportnet bertujuan meningkatkan pelayanan kapal di pelabuhan agar berjalan cepat, terpercaya, transparan, dan terstandar serta biaya yang minimal.

"Namun, aplikasi itu dapat berjalan apabila ditunjang oleh sistem pendukung yang andal dan terintegrasi dengan baik. Seluruh sistem harus dibangun dan dikembangkan secara bersinergi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan," katanya saat Go Live Aplikasi Inaportnet di Tanjung Perak Surabaya, Rabu (2/11).

Penerapan inaportnet di pelabuhan tersebut didukung oleh beberapa sistem yakni Sistem Informasi Lalu Lintas dan Angkutan Laut (SIMLALA), Sistem Kapal Online, Aplikasi Sertifikasi Pelaut, Sistem Informasi Kepelabuhanan, dan sistem di Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Menurut Tonny, pelaksanaan Go Live Inaportnet di Tanjung Perak merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Pakta Integritas Penerapan Sistem Inaportnet di Pelabuhan Tanjung Perak pada 19 juli 2016.

"Saya minta kepada para Direktur di Lingkungan Ditjen Hubla dan jajarannya bersama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemenhub untuk bekerja keras mewujudkan pembangunan dan pengembangan aplikasi Inaportnet, SIMLALA, SIM Kapal, SIM Kepelabuhanan, serta layanan berbasis online lainnya yang andal dan terintegrasi dengan aplikasi Inaportnet," kata Tonny.

Dia juga berharap PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) selaku pengelola Tanjung Perak agar dapat membangun dan mengembangkan sistem pelayanan kapal dan barang yang terintegrasi dengan sistem di Kemenhub.

"Pengguna jasa kepelabuhanan, yakni perusahaan/agen pelayaran, perusahaan bongkar muat (PBM) dan jasa pengurusan transportasi (JPT), kini sudah bisa menggunakan pelayanan kapal dan barangnya melalui Inaportnet," ujarnya.

Inaportnet merupakan sistem layanan tunggal berbasis internet/web yang mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan yang standar melayani kapal dan barang di pelabuhan dari seluruh instansi terkait atau pemangku kepentingan di pelabuhan.

Dia mengatakan Ditjen Hubla terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut dengan membangun dan mengembangkan sejumlah sistem online yang terintegrasi dengan Inaportnet. (hlz/hlz)


Komentar