Kamis, 14 November 2019 | 02:44 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Senin, 07 November 2016 10:26

Menhub: Daya Saing Tanjung Priok Belum Optimal, Ini Masalahnya

Translog Today
(Pelindo II)

JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menilai Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta masih memiliki sejumlah kelemahan sehingga perlu upaya peningkatan daya saing bekerja sama dengan para pemangku kepentingan.

Dia menilai daya saing Pelabuhan Tanjung Priok belum mencapai titik terbaiknya. Hal ini antara lain terlihat dari kurangnya penataan alih muat (transshipment) atau proses bongkar muat peti kemas dari kapal ke area penumpukan untuk selanjutnya diangkut kembali menggunakan kapal lain menuju tempat berikutnya.

"Penataan transshipment yang masih sangat kurang di sini, dan juga waktu tunggu kapal," ungkap Menhub di Terminal Penumpang Tanjung Priok, seusai rapat di atas KN Trisula, Kapal Patroli Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, Minggu (6/11).

Oleh sebab itu, dia mengatakan harus dicarikan formulasi yang tepat untuk meningkatkan daya saing pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia tersebut.

Beberapa hal yang harus diperbaiki, menurut Menhub, yaitu memperbaiki tarif, model bisnis, standar operasional prosedur, waktu tunggu pemanduan dan tunda kapal.

Dia meminta pihak Syahbandar, Otoritas Pelabuhan dan Pelindo untuk menghilangkan sekat-sekat untuk mempermudah dan mempercepat proses-proses kepelabuhanan.

"Saya meminta Pelindo untuk meng-copy satu sistem paling canggih dan kompetitif untuk segera dibicarakan dengan Kemenhub. Saya minta Pelindo, Syahbandar, Otoritas Pelabuhan untuk menghilangkan sekat-sekat. Tujuannya adalah membuat Tanjung Priok lebih kompetitif," ujarnya.

Untuk penataan transshipment, Menhub meminta agar mengarahkan tempat transshipment ke terminal Kalibaru/New Priok dan memberikan tarif yang kompetitif.

"Tapi pelabuhan juga harus memberikan pelayanan lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya dapat menurunkan tarif transshipment dari yang tadinya US$80 menjadi US$35," ujarnya.

Berdasarkan data Pelindo II, negara-negara yang memiliki pelabuhan transshipment yang besar yaitu, Pelabuhan Los Angeles di Amerika Serikat yang memiliki kapasitas hingga 17 juta TEUs, Pelabuhan Jebel Ali Dubai 19 juta TEUs, Pelabuhan Singapura (40 juta TEUs), dan Pelabuhan Port Klang di Malaysia (17 juta TEUs).

Adapu mengenai waktu tunggu kapal, Menhub mengungkapkan masih adanya waktu tunggu kapal hingga 12 jam di Tanjung Priok. Dia pun segera mencari tahu penyebabnya.

"Kita tidak mau menyalahkan Syahbandar, Otoritas Pelabuhan, atau Pelindo. Makanya semua pihak harus saling sinergi mengatasi itu," tegasnya seperti dikutip dephub.go.id. (hlz/hlz)


Komentar