Senin, 22 Januari 2018 | 07:39 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Supply Chain
Kamis, 10 November 2016 15:55

Dirut Pelindo II: Kolaborasi BUMN Tekan Biaya Logistik

Translog Today

JAKARTA - Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Elvyn G. Masassya mengungkapkan pemerintah tengah menyusun strategi untuk memangkas ongkos logistik di Indonesia yang masih tergolong tinggi.

Saat ini biaya logistik dalam negeri mencapai 17% dari biaya operasional usaha. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Singapura 6% dan Filipina 7%. Indonesia bahkan menduduki peringkat ke-4 di ASEAN.

Menyikapi hal ini, tuturnya, pemerintah melakukan konsep kolaborasi atau work integrated untuk memangkas ongkos logistik sekaligus meningkatkan daya saing.

"Berbagai BUMN yang melakukan aktivitas logistik menyiasati agar ongkos logistik bisa lebih rendah, dan daya saing kita bisa lebih baik, salah satunya terkait dengan pelabuhan," ujar Elvyn yang mewakili Menteri BUMN Rini Soemarno dalam Forum Dialog HIPMI di Jakarta, Kamis (10/11),.

Ke depan, jelas Elvyn, setiap logistik dalam supply chain tidak berjalan sendiri melainkan melakukan kolaborasi dengan sistem lain dalam pelabuhan atau work integrated untuk menjalankan kolaborasi dengan shipping line, aktifvtas di pelabuhan,dan transportasi. 

Berbicara mengenai logistik, tidak hanya melibatkan aspek laut tapi juga aspek darat. Untuk itu, Elvyn mengatakan infrastruktur darat perlu dikembangkan.

Untuk mempercepat sinkoronisasi itu, BUMN akan membangun dua holding center, yakni holding pangan dan holding maritim.

Dengan kedua holding center ini, dia yakin ongkos logistik dapat lebih murah. "Sinkronisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dengan mendirikan holding center yaitu holding pangan dan holding maritim. Dengan cara ini ongkos transportasi dapat lebih murah," kata Elvyn.

Lebih lanjut, Elvyn mengatakan dirinya mendukung upaya yang dilakukan HIPMI untuk mengatasi masalah biaya logistik di Indonesia.

"Saya mewakili BUMN mendukung penuh langkah- langkah yang dilakukan HIPMI dan masukan-masukan untuk mengatasi masalah biaya logistik di Tanah Air," ujarnya.

Ketua BPP HIPMI Bidang Perdagangan, Perindustriandan dan BUMN, Ian Dafy Fachri menyambut baik sinergi antara BUMN dan pengusaha.

"Prinsipnya kita terus jajaki peluang bagaimana sinergi yang bisa kita terus bangun. Kami harapkan ke depannya ada hubungan kerjasama yang memang bisa terus dijalin bukan hanya dari Pelindo saja tapi dengan BUMN lainnya," kata Ian. (IOs) (hlz/hlz)


Komentar