Kamis, 14 November 2019 | 03:31 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Sabtu, 12 November 2016 11:21

Pelabuhan Tenau Kupang Operasikan Crane E-RTG Baterei Pertama di Indonesia

Translog Today
(Pelindo III)

KUPANG - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mengoperasikan dua unit electrical rubber tire gantry (E-RTG) crane bertenaga baterai di Pelabuhan Tenau Kupang, Nusa Tenggara Timur, mulai Jumat (11/11).

E-RTG Baterai itu merupakan alat angkat berteknologi baterai pertama di Indonesia, yang ramah lingkungan dan memiliki efisiensi penggunaan BBM hingga 60% dibandingkan dengan RTG konvensional.

Direktur Utama PT Pelindo III Orias Petrus Moedak mengatakan pengoperasian E-RTG tersebut juga menunjang kinerja dan produktivitas bongkar muat di PelabuhanTenau Kupang.

Selain dua unit E-RTG, Pelindo III menambah peralatan angkat berupa satu unit container crane (CC) dan beberapa truck trailer untuk kegiatan gerakan petikemas (haulage) di dalam area terminal pelabuhan.

"Penambahan peralatan angkat dan angkut itu juga untuk mengimbangi tren peningkatan arus petikemas di Pelabuhan Tenau Kupang yang rata-rata mencapai 10% per tahun," kata Orias dalam keterangan pers Pelindo III, Sabtu (12/11).

E-RTG Baterai diproduksi oleh salah satu unit bisnis Pelindo III, yakni PT Berkah Industri Mesin Angkat (BIMA), anak usaha PT Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI).

E-RTG tersebut digerakkan dengan tenaga yang bersumber dari baterai, penggunaan BBM hanya sebatas untuk menggerakkan generator untuk mengisi baterai ketika daya baterai pada level 45% dan generator akan mati dengan sendirinya ketika daya baterai pada level 85%.

Waktu yang dibutuhkan untuk menambah daya baterai dari 40% ke 100% adalah 0,99 jam, sedangkan daya baterai dapat bertahan selama 1,28 jam atau setara 44 boks.

Menurut Orias, penghematan yang dapat dilakukan dengan menggunakan E-RTG Baterai sekitar Rp.1 miliar per tahun yang merupakan penghematan dari konsumsi BBM. Baterai yang digunakan merupakan teknologi Jepang (Toshiba) sebanyak 45 unit baterai.

"Selain hemat energi, E-RTG Baterai mudah untuk dikirim ke pelabuhan tujuan karena dapat dibongkar dan dimasukkan ke dalam petikemas (total 12 petikemas) dan mudah dirakit," ujarnya.

Peningkatan arus petikemas Pelabuhan Tenau Kupang pada 2011 hanya tercatat 57.149 TEUs, tetapi pada 2015 sudah naik menjadi 99.064 TEUs.

Hingga triwulan III tahun ini arus petikemas telah terealisasi 74.694 boks atau setara dengan 78.972 TEUs, meningkat 15% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 68.653 TEUs.

Peningkatan arus petikemas menunjukkan geliat perdagangan di NTT dalam dua tahun terakhir yang selalu berada di atas rata-rata pertumbuhan perekonomian nasional.

Berdasarkan data 2015, perekonomian NTT tumbuh 5,02% atau di atas rata-rata nasional yang hanya 4,79%.

Neraca perdagangan Provinsi NTT pada 2015 juga mengalami surplus US$16,07 juta dengan nilai ekspor US$23,94 juta dan impor US$7,87 juta. (hlz/hlz)


Komentar