Senin, 10 Desember 2018 | 15:19 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Regional
Senin, 14 November 2016 16:28

Maluku Utara Masih Butuh Minimal Enam Kapal hingga 2019

Translog Today
Gebernur Maluku Utara (DRU)

JAKARTA - Gubernur Maluku Utara K.H Abdul Ghani Kasuba mengakui kebutuhan Provinsi Maluku Utara terhadap kapal sangat tinggi sehingga ke depan semakin banyak kapal yang dibangun untuk provinsi tersebut.

Dia menjelaskan hingga 2019 mendatang, Maluku Utara masih membutuhkan sedikitnya enam unit kapal ferry roro penyeberangan. "Kami masih membutuhkan enam unit lagi hingga 2019 ke depan," katanya di sela-sela peluncuran kapal Ferry Roro Penyeberangan 500 Gross Tonnage, Rabu (9/11).

Kapal Ferry Roro Penyeberangan pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, di galangan Unit Lampung tersebut diberi nama KM Lompa yang nantinya akan dioperasikan untuk lintas penyeberangan perintas yakni rute Babang-Saketa, Maluku Utara.

Dia menjelaskan Maluku Utara adalah provinsi kepulauan yang disatukan dengan transportasi laut sehingga Pemerintah Pusat atar tidak berhenti menambah armada untuk daerah-daerah yang bisa terjangkau.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara menambah satu armada kapal ferry berkapasitas 500 GT untuk melayari rute Babang-Saketa, Gane Barat wilayah kabupaten Halmahera Selatan pergi pulang.

Kapal fery bernama KMP Lompa tersebut dibangun di PT Daya Radar Utama. Memiliki kapasitas 188 penumpang dan mampu mengangkut 12 truk dan 7 mobil rencana tiba di Maluku Utara Desember 2016 mendatang.

Humas DRU Tularji Adji mengatakan pada tahun anggaran 2015-2016, DRU memperoleh kepercayaan membangun dua unit kapal Ferry Roro Penumpang 500 GT, yang salah satunya akan diserahkan untuk Maluku Utara.

Dia menjelaskan sebelum sampai kepada proses peluncuran, terlebih dahulu telah dilaksanakan first steel cutting dan keel laying. "Sejauh ini, proses pembangunan berjalan dengan lancar," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar