Sabtu, 20 Oktober 2018 | 11:59 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Bea Cukai
Senin, 14 November 2016 22:53

Polisi Tangkap Petugas Bea Cukai Pungli di Tanjung Perak dan Tanjung Emas

Translog Today
(DBC/repro)

JAKARTA - Inspektorat Jenderal dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Polri menangkap oknum pegawai DJBC atas kasus dugaan suap di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Tanjung Mas Semarang.

Di Surabaya, petugas mengungkap beberapa tersangka yang diduga menerima pungli dari sebuah perusahaan yang melakukan pungutan pada setiap kontainer. Adapun di Semarang, pungli dilakukan terkait dengan pengurusan dokumen di DJBC.

Siaran pers Kemenkeu menyebutkan penangkapan itu merupakan upaya "bersih-bersih" atas setiap layanan yang diberikan instansi tersebut, sejalan dengan program sapu bersih pungli.

Layanan berbasis elektronik juga telah ditingkatkan, dimana DJBC sudah menyiapkan sistem dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengurusan dokumen di pelabuhan dan kantor-kantor Bea dan Cukai, sehingga pemilik barang dapat langsung melakukan pengurusan dokumen sendiri.

"Itjen Kemenkeu mengapresiasi kerja sama dengan Polri atas kasus ini. Itjen mendukung penangkapan oknum-oknum tidak bertanggung jawab," tulis siaran Kemenkeu, Senin (14/11).

Berdasarkan data, ada 200 dokumen yang disita dari pelaku pengurusan dokumen, dimana imbalan yang diminta dapat memperhitungkan keuntungan dari nilai barang itu ataupun dari per dokumen.

Barang bukti dari kasus Tanjung Perak yang ada saat ini sebesar Rp4,75 miliar uang fisik, 17 rekening dengan total nilai Rp15 miliar. Uang ini diperkirakan didapat sejak 2 tahun lalu.

Kemenkeu telah meluncurkan program Whistleblowing System (WISE) sejak 2011. Program ini merupakan media pelaporan indikasi pelanggaran di lingkungan Kemenkeu.  (hlz/hlz)


Komentar