Senin, 18 November 2019 | 10:28 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Ports
Kamis, 17 November 2016 09:36

Dermaga Curah Cair Kuala Tanjung Bakal Dijadikan Terminal Multipurpose

Translog Today
Pelabuhan Kuala Tanjung (Pelindo 1)

JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) akan mengembangkan dermaga terminal curah cair di Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menjadi terminal multipurpose yang dapat melayani muatan general cargo dan peti kemas.

Rencana itu dituangkan dalam Adendum Perjanjian Konsesi Terminal Curah Cair di Pelabuhan Kuala Tanjung, yang disetujui oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut..

Adendum tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Dan Otoritas Pelabuhan Kelas V Kuala Tanjung Anggiat Douglas Silitonga dengan Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana, disaksikan oleh Sekretaris Ditjen Hubla Supardi di Kantor Kemenhub Jakarta, Rabu (16/11).

Perjanjian Kerjasama tentang Pengusahaan Dermaga pada Terminal Curah Cair di Pelabuhan Kuala Tanjung sebelumnya telah ditandatangani pada 23 Januari 2015.

Dalam perjanjian lawas itu, Pelindo I akan membangun dermaga terminal curah cair di Kuala Tanjung dengan periode konsesi selama 69 tahun, dan pendapatan konsesi 2,5 % dari pendapatan kotor.

Dengan adanya adendum ini, terminal curah cair itu akan dikembangkan menjadi terminal multipurpose yang dapat melayani muatan general cargo dan peti kemas.

Beberapa kesepakatan, antara lain total investasi sekitar Rp3,7 triliun, jangka waktu konsesi 69 tahun, dan pendapatan konsesi 2,5 % dari pendapatan kotor.

Selain itu, Pelindo I dapat bekerja sama dengan pihak lain atau bermitra dengan badan usaha (afiliasi) dalam pengusahaan terminal multipurpose terkait jasa kepelabuhanan dengan persetujuan tertulis dari Kantor KSOP Kelas V Kuala Tanjung.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut. A. Tonny Budiono mengatakan terminal Kuala Tanjung diharapkan mampu melayani peningkatan demand pada muatan general cargo dan peti kemas, serta adanya fleksibilitas terhadap pelayanan muatan dan peningkatan troughput.

"Semoga Kuala Tanjung mampu memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi sehingga daerah hinterland-nya berkembang lebih pesat lagi dan menjadi salah satu penopang arus investasi," kata Dirjen Hubla dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekretaris Dirjen Hubla.

Rencana Induk Pelabuhan Kuala Tanjung telah ditetapkan melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 20 Tahun 2012 dan telah direvisi dengan Keputusan Menhub Nomor KM 148 Tahun 2016.

Rencana pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung antara lain pengembangan terminal multipurpose, meliputi pembangunan dermaga 1.000 meter, trestle 2.784 meter, dan fasilitas penunjang lainnya.

Lokasi pelabuhan ini sangat strategis karena terletak pada jalur sibuk perdagangan dunia, yaitu Selat Malaka. Selain itu, ditunjang dengan hinterland, terutama industri sawit yang terintegrasi dengan daerah di sekitarnya seperti Asahan, Simalungun, Labuhan Batu, Sei Mangkei dan Belawan.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangke sebagai kawasan industri juga diharapkan memberikan dampak signifikan bagi perkembangan Pelabuhan Kuala Tanjung. (hlz/hlz)


Komentar