Rabu, 12 Desember 2018 | 06:04 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Kamis, 17 November 2016 21:48

BI: Harga Komoditas Membaik, Prospek Ekonomi Dibayangi Kebijakan AS

Editor

JAKARTA - Bank Indonesia memperkirakan pemulihan ekonomi global masih berlangsung lambat, meskipun harga komoditas mulai membaik.

Di tengah ketidakpastian perekonomian global yang meningkat pasca-Pemilu Amerika Serikat, perekonomian Negeri Paman Sam itu menunjukkan perbaikan.

Hal ini tercermin dari peningkatan produk domestik bruto (PDB) AS, stabilnya tingkat pengangguran dan inflasi yang cenderung meningkat.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, peluang kenaikan Fed Fund Rate (FFR) pada Desember 2016 juga semakin menguat.

"Namun demikian, pertumbuhan ekonomi di negara maju lainnya, seperti Uni Eropa, relatif masih terbatas dan dibayangi oleh risiko politik," kata Direktur Departemen Komunikasi BI Arbonas Hutabarat dalam keterangan resmi, Kamis (17/11).

Di sisi lain, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi negara berkembang, seperti India dan Tiongkok, diperkirakan masih menjadi pendorong ekonomi global.

Di pasar komoditas, harga minyak dunia masih pada level yang rendah, sejalan dengan masih tingginya produksi minyak negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC).

Sementara itu, sejumlah harga komoditas ekspor Indonesia terus mengalami peningkatan, seperti minyak kelapa sawit, batubara, dan beberapa barang tambang lainnya.

"Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan dalam masa transisi pemerintahan AS serta kebijakannya, terutama terkait dengan kebijakan fiskal, suku bunga dan perdagangan internasional," kata Arbonas. (hlz/hlz)


Komentar