Kamis, 22 Agustus 2019 | 18:47 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Transportasi
Kamis, 17 November 2016 15:21

Sejumlah Proyek Transportasi Strategis Ditawarkan ke Swasta

Translog Today
(Kemenhub)

JAKARTA - Pemerintah menawarkan sejumlah proyek transportasi strategis kepada swasta, mulai dari pengembangan terminal, angkutan perkotaan, kereta api, bandara, hingga pelabuhan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan tawaran kerja sama itu sehubungan dengan keterbatasan anggaran yang dialokasikan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan sektor transportasi.

"Ketergantungan kepada APBN tidak dapat dipertahankan. Oleh karena itu, Kemenhub meningkatkan peran swasta dan BUMN dalam pembangunan sektor transportasi," kata Budi.

Dia menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan pada Rapat Kerja Kementerian Perhubungan Tahun 2016, di Kantor Pusat Kemenhub Jakarta, Rabu (16/11).

Di sektor angkutan darat, misalnya, Menhub mengajak swasta mengembangkan Terminal Mengwi di Badung-Bali, Terminal Tirtonadi Solo, dan angkutan massal perkotaan.

Untuk perkeretaapian, kerja sama terbuka untuk KA Express Line Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), KA Akses Bandara Adi Sumarmo Solo, KA Kertapati-Simpang-Tanjung Api-Api, dan Kereta Cepat/High Speed Train (HST) Jakarta-Surabaya.

Dia juga mengajak swasta terlibat dalam pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, serta Bandara Karawang dan Bandara Bali Baru di sektor perhubungan udara.

Untuk meningkatkan investasi dalam pengembangan infrastruktur, Kemenhub juga melakukan kerja sama pemanfaatan barang milik negara guna meningkatkan penerimaan negara, seperti diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 78/PMK.06/2014 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemanfaatan Barang Milik Negara.

"Saat ini ada 10 lokasi pelabuhan yang siap melakukan kerja sama pemanfaatan dengan PT Pelindo I, II, III, dan IV yaitu KSOP Gunung Sitoli, KSOP Sintete, KSOP Badas, KSOP Lembar, KSOP Bima, KSOP Kendari, KSOP Arar, KSOP Bitung, KSOP Manokwari, dan KSOP Merauke," jelas Budi.

Di sektor perhubungan udara, jelas Menhub, terdapat lima bandar udara yaitu Bandarra Samarinda Baru, Bandarra Hananjoedin, Bandarra Kalimarau, Bandarra Radin Inten II, dan Bandara Juwata yang saat ini dalam proses untuk dapat dikerjasamakan pemanfaatan dengan PT Angkasa Pura I dan II.
(hlz/hlz)


Komentar