Selasa, 23 Januari 2018 | 06:45 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Rabu, 07 Desember 2016 17:41

Pacu Kunjungan Kapal Wisata, Yachters App Terus Disempurnakan

Translog Today

JAKARTA - Pemerintah akan menyempurnakan Yachters Apps guna mendorong kedatangan kapal wisata (yacht) dan memenuhi target kunjungan 6.000 yacht pada 2019.

"Aplikasi ini tentu akan mempermudah yachters untuk datang ke Indonesia. Akhir 2019, yachters yang masuk sesuai taget yakni 6.000 yacht. Sekarang dengan adanya aplikasi ini kapal yang masuk sudah 2.000 yacht," kata Asisten Deputi Jasa Kemaritiman Okto Irianto.

Dia menyampaikan hal itu saat membuka acara Evaluasi Yachters Apps 2016 di Jakarta, pekan lalu. Acara itu diikuti wakil dari BPPT, KKP, Kementerian Perhubungan, Jangkar, operator marina, Bakamla, Kementerian Luar negeri, Badan Karantina Pertanian dan Ditjen Bea dan Cukai, TNI Angkatan Laut, dan asosiasi terkait.

Okto mengatakan Yachters Apps merupakan mandat dari Peraturan Presiden yang manghapuskan ketentuan caine untuk kedatangan yacht ke Indonesia. Namun, penghapusan aturan itu harus diikuti mekanisme pengganti yakni melalui aplikasi online.

"Aplikasi online ini agar kapal dapat datang ke Indonesia dan data kapal yang dibutuhkan oleh Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, juga TNI AL dapat tersedia secara cepat dan murah," ujarnya.

Aplikasi tersebut langsung digunakan oleh beberapa agen. Namun saat implementasi, ada beberapa tantangan terutama saat Sail Karimata yang digelar beberapa waktu lalu.

"Saat itu, kami memperkirakan kedatangan 60-70 yacht. Tidak hanya dari Australia seperti Darwin dan Sydney, tetapi juga dari Singapura, Malaysia, Jepang dan Korea Selatan hingga Eropa," ungkapnya.

Dia mengatakan catatan penting dari Sail Karimata itu, yakni aplikasi yachters ini perlu diperbaiki agar lebih baik dari sebelumnya.

"Tahun depan kita lebih fokus membuat standar, baik fasilitas maupun servis agar standar pelayanannya sama. Jadi kita harus siap kalau aplikasi tidak berhenti di sini saja," kata Okto seperti dikutip maritim.go.id. (hlz/hlz)


Komentar