Senin, 24 September 2018 | 10:17 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Teknologi
Kamis, 08 Desember 2016 11:29

Kemenhub Adopsi Sistem Navigasi Udara ADS-B Ciptaan BPPT

Translog Today
(Kemenhub)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengembangkan Automatic Dependent Surveillance - Broadcast (ADS-B) untuk sistem navigasi berbasis satelit di bandara.

Uji coba teknologi buatan anak bangsa itu ditinjau langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di Jakarta Air Traffic Services Center (JATSC), Rabu (7/12).

Menhub mengapresiasi BPPT yang berhasil mengembangkan alat penginderaan udara itu, yang selama ini diimpor dari luar negeri.

"Ini (ADS-B) adalah hasil karya anak bangsa, kita bangga dan mengapresiasi BPPT yang sudah bisa mengembangkan alat penginderaan udara yang selama ini masih kita impor," ungkap Menhub.

Teknologi ADS-B telah diuji coba di dua bandara, yaitu Bandara Hussein Sastranegara Bandung dan Bandara Ahmad Yani Semarang, dengan hasil pengujian dinyatakan baik oleh Kemenhub.

"Sebagai regulator, Kemenhub melihat akurasi kualitas dari alat ini setara dengan barang impor yang sudah dipakai. Saat ini sedang disertifikasi dan akan dikeluarkan dalam beberapa minggu ini," kata Menhub.

Dia berharap tahun depan ADS-B tersebut sudah dapat digunakan di sejumlah bandara, khususnya di wilayah Papua,

"Saya minta 2017 nanti dilakukan produksi massal, kita butuh beberapa alat seperti di Papua, kita ingin wilayah udara di Papua terang benderang," katanya.

Menristekdikti mengharapkan teknologi buatan dalam negeri mampu berkompetisi dengan teknologi luar negeri, "Saya tidak mau hasil inovasi ini memiliki deviasi tinggi, deviasinya harus zero. Artinya teknologi kita dapat berkompetisi dengan luar negeri," ujarnya.

ADS-B merupakan sistem navigasi penerbangan yang mampu menangkap informasi yang dipancarkan oleh pesawat. Alat ini mampu menangkap sinyal dari transponder yang dimiliki setiap pesawat sipil dalam radius 200 mil, sehingga setiap pergerakan pesawat akan terdeteksi.

Dengan ADS-B, sejumlah informasi dapat ditampilkan seperti jadwal keberangkatan, nomor penerbangan, rute penerbangan, posisi pesawat lengkap, ketinggian pesawat, tipe pesawat dan nomor registrasi, tujuan penerbangan, dapat melihat semua pesawat asing yang melintas dan sejumlah informasi penting lainnya.

Riset terhadap teknologi ADS-B telah dilakukan sejak 2007 dengan nilai investasi sebesar Rp15 miliar.

Sebelumnya, Kemenhub dan BPPT telah menandatangani kesepakatan kerja sama pengembangan sistem teknologi nasional di sektor transportasi.

Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala BPPT Unggul Priyanto, Senin (31/10) di kantor Kemenhub, Jakarta.

Lingkup kerja sama meliputi pengkajian dan penerapan teknologi sistem sarana dan prasarana transportasi, peningkatan sumber daya manusia, dan pengembangan teknologi informasi dan teknologi terkait hal lainnya. (dephub.go.id) (hlz/hlz)


Komentar