Rabu, 24 Januari 2018 | 02:56 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Industri
Selasa, 13 Desember 2016 16:32

Sektor Konstruksi Nasional Butuh 8.150 Unit Alat Berat

Translog Today

JAKARTA - Kebutuhan alat berat konstruksi untuk pembangunan Infrastruktur diperkirakan mencapai 8.150 unit pada tahun depan, yang diharapkan mampu dipenuhi oleh industri alat berat dalam negeri.

Kebutuhan itu dinilai mendesak mengingat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperoleh alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp101,496 triliun.

Dari alokasi anggaran sebesar itu, sekitar 75% atau Rp76,062 triliun diperuntukkan bagi belanja modal, salah satunya kebutuhan belanja alat berat.

"Industri alat berat nasional memiliki kapasitas produksi yang cukup karena sampai saat ini kapasitas produksi terpakai baru mencapai 40%," kata Direktur Bina Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK) Kementerian PUPR Yaya Supriyatna dalam acara Ulang Tahun PT Komatsu Indonesia ke 34 di Jakarta, Selasa (13/12).

Selain itu, tuturnya, alat berat produksi Indonesia telah memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) cukup tinggi, sekitar 40%-50%, dengan kualitas yang baik

Sejalan dengan itu, lanjut Yaya, DJBK kini menggiatkan Program Uji Kompetensi dan Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil Konstruksi.

Dia mengharapkan training centre Komatsu Indonesia dapat digunakan untuk mendukung program pemerintah itu, khususnya mencetak tenaga mekanik dan operator alat berat di sektor konstruksi.

"Perlu kerja sama yang baik antara pemerintah dan pelaku industri untuk mewujudkan kemandirian industri alat berat dan mendorong daya saing industri konstruksi nasional," ujar Yaya.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan di masa mendatang akan dibuat rancangan alat berat yang dibutuhkan, sehingga ada pemetaan kebutuhan untuk alat berat di Indonesia.

"Kebijakan P3DN perlu perencanaan dan standar yang jelas, termasuk dalam hal alat berat. Jadi kita harus persiapkan," kata Putu yang turut hadir pada acara tersebut. (hlz/hlz)


Komentar