Senin, 22 Januari 2018 | 07:37 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Rabu, 14 Desember 2016 18:29

Indonesia Impor LPG 500.000 Metrik Ton dari Iran, Perkuat Kerja Sama Energi

Translog Today
(setkab)

TEHERAN - Indonesia akan mengimpor bahan bakar gas cair (LPG) dari Iran sekitar 500.000 metrik ton pada 2017, sementara Iran berencana membangun mobile powerplant di Indonesia berkapasitas 5.000 megawatt.

Rencana itu merupakan salah satu kesepakatan dalam nota kesepahaman (MoU) kerja sama di bidang energi antara Indonesia dan Iran.

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri ESDM Iran, disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Iran Hassan Rouhani di Istana Sa'dabad, Teheran, Rabu (14/12) waktu setempat.

"Melalui kerja sama energi ini, maka efisiensi harga akan bisa dilakukan," kata Presiden Jokowi dalam pernyataan pers bersama Presiden Hassan Rouhani.

Kedua pemimpin negara juga membahas kemungkinan kerja sama pengelolaan dua ladang minyak di Ab-Teymoura dan Mansouri.

Pada Agustus lalu, Pertamina dan National Iranian Oil Company (NIOC) telah menandatangani MoU untuk melakukan studi pendahuluan terhadap kedua lapangan minyak raksasa di Iran tersebut.

Pada kunjungan kali ini, Presiden Jokowi membawa serta 60 CEO dan pengusaha dari Indonesia.

"Mereka bergerak di berbagai bidang (dan) mereka akan bertemu CEO counterpart dan melakukan pertemuan bisnis peningkatan perdagangan antara Iran dan Indonesia," kata Jokowi.

Senada dengan Jokowi, Rouhani menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan Indonesia, serta menyambut baik usulan pemerintah Indonesia terkait pengelolaan ladang minyak di Iran.

"Kami siap berpartisipasi dalam pembangunan pembangkit listrik, bendungan, saluran air, serta berbagai bantuan teknis kepada Republik Indonesia. Tentu saja Indonesia juga dapat aktif dan berpartisipasi dalam industri migas di Republik Islam Iran," ujarnya.

Selain sektor energi, dalam kunjungan kenegaraan Presiden Jokowi tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU Mutual Legal Assistance serta MoU Ekstradisi. (setkab)
(hlz/hlz)


Komentar