Senin, 22 Januari 2018 | 07:36 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Maritim
Kamis, 15 Desember 2016 09:37

Indonesia Ajak Qatar Kerja Sama Sektor Maritim

Translog Today
(Kemenperin)

JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menawarkan kerja sama di industri kemaritiman kepada investor Qatar, khususnya di sektor perkapalan dan perikanan. 

"Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar menjadi poros maritim dunia untuk menjamin konektivitas antar pulaunya melalui pengembangan industri perkapalan dan perikanan," kata Airlangga mewakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada acara Perayaan Hari Nasional Qatar di Jakarta, Rabu (14/12) malam.

Menurut Menperin, Qatar merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia di berbagai sektor, antara lain telekomunikasi, perbankan, dan ritel. "Dalam 5 tahun terakhir ini, tercatat total perdagangan Indonesia dan Qatar naik rata-rata 3,87%," ungkapnya.

Pada 2011, total perdagangan kedua negara mencapai US$683 juta dan meningkat menjadi US$828 juta hingga September 2016. "Karena kedua negara memiliki produk-produk yang komplementer, kami percaya perdagangan Indonesia dan Qatar dapat ditingkatkan lagi," tuturnya.

Apalagi, kata AIrlangga, kemitraan Indonesia-Qatar semakin erat sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 1976. "Selama 40 tahun ini, hubungan kedua negara dipersatukan oleh nilai-nilai Islam yang mengedepankan hubungan persaudaraan dan saling membantu demi kemaslahatan bersama," ujarnya.

Hubungan bilateral yang telah erat lebih diperkuat dengan adanya kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Qatar pada September 2015.

Sejumlah capaian penting yang disepakati dari kunjungan tersebut, di antaranya kerja sama di bidang politik, ekonomi dan hubungan kedua bangsa. Salah satunya penandatanganan Perjanjian Bebas Visa RI-Qatar, yang mulai berlaku Desember 2016.

Airlangga juga menyampaikan, Pemerintah Indonesia tengah gencar membuka peluang investasi baik dari dalam maupun luar negeri melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif serta menerbitkan 14 paket kebijakan ekonomi untuk kemudahan berbisnis.

"Dari implementasi berbagai kebijakan dan deregulasi, ekonomi Indonesia tumbuh semakin stabil dan rebounding," ujarnya. (hlz/hlz)


Komentar