Kamis, 14 November 2019 | 19:27 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Railway
Selasa, 20 Desember 2016 22:24

KA Trans Sulawesi akan Ditawarkan ke Swasta

Translog Today

MAKASSAR - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan proyek pembangunan Kereta Api Trans Sulawesi jalur Makassar-Pare-pare.

"Kita pastikan untuk terus melanjutkan proyek ini. Anggaran APBN dan APBD confirm, untuk terus melaksanakan proyek ini sampai dengan akhir 2019," tegas Menhub saat meninjau proyek pembangunan jalur KA di Kabupaten Barru, Sulsel, Selasa (20/12).

Proyek yang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Barru, dan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub itu hingga kini telah menyelesaikan jalur KA sepanjang 16,1 km dari total jalur KA Makassar-Pare-Pare sejauh 146 km.

Agar proyek ini bisa terus berlangsung, Menhub mengatakan akan melakukan cara-cara baru yang berbeda. Dia menargetkan pada awal 2019 sudah berhasil dibangun jalur sepanjang 30 km dan langsung bisa beroperasi.

"Saya sudah berdiskusi dengan pemda agar sesegera mungkin dapat menyelesaikan hingga kilometer tertentu pada 2019. Ini akan kita jadikan quick win. Sebagai modal, agar masyarakat langsung dapat menikmati," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Untuk mempercepat pembangunannya, Menhub meminta dilakukan re-engineering dan value engineering, baik terhadap model konstruksinya maupun manfaat bagi masyarakat dari proyek tersebut.

"Contoh, adanya rel elevated di atas sungai dalam rencana pembangunannya, itu kan per 1 km bisa sekitar Rp500 miliar. Alangkah bagusnya kita bisa buat rel yang tidak elevated. Kita juga harus mengkaji dampak sosial ekonomi yang dirasakan masyarakat dari hasil pembagunan ini," jelasnya.

Budi mengatakan akan menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk melakukan kajian guna memastikan dampak pembangunan KA tersebut benar-benar bisa dirasakan masyarakat.

Setelah jalur KA sepanjang 30 km yang menggunakan APBN dan APBD selesai, pemerintah akan membuka peluang bagi swasta nasional atau asing untuk melanjutkan sisa proyek KA Makasar-Pare-Pare yaitu sekitar 116 km, dari total 146 km.

"Kalau sekarang ini APBN dan APBD dipakai untuk investasi. Tapi yang akan datang, bisa digunakan untuk jaminan PSO bagi swasta yang akan investasi. Jadi kalau sekarang kita sudah investasi 30-40 km, sekitar 100 km lagi oleh swasta," ujarnya.

Ke depan, lanjut Budi, APBN akan digunakan untuk memberikan stimulus bagi swasta untuk berinvestasi. Caranya bisa berupa pemberian jaminan PSO (public service obligation) atau lainnya. "Stimulus agar menarik swasta baik lokal maupun asing masuk ke sini," ujarnya.

Menhub mengatakan, pemerintah pusat dan daerah sudah berkomitmen untuk membuka diri bagi pihak swasta yang ingin berinvestasi membangun KA Trans Sulawesi. (hlz/hlz)


Komentar