Jumat, 15 Desember 2017 | 03:49 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Regulasi / Ekspor-Impor
Jumat, 23 Desember 2016 19:34

Perizinan Online dengan Tanda Tangan Digital Berlaku Efektif 1 Januari 2017

Hery Lazuardi
(ekon.go.id)

JAKARTA - Pemerintah meluncurkan perizinan online dengan tanda tangan digital (digital signature) sebagai bagian reformasi pelayanan publik di sektor perdagangan. Layanan ini akan berlaku efektif mulai 1 Januari 2017.

Peluncuran dilakukan oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur di Jakarta, Jumat (23/12).

"Perizinan kini sudah online dan signature sudah elektronik. Suatu perbaikan yang penting, kita berharap ini diikuti oleh beberapa kementerian lain," kata Darmin.

Dia mengatakan perizinan online dengan tanda tangan digital secara signifikan akan mengurangi pertemuan tatap muka antara pemohon dan pemberi perizinan. Dengan begitu, potensi pungutan liar dan penyalahgunaan wewenang bisa diminimalkan.

Menurut dia, ada dua aspek penting dari perizinan online dan tanda tangan digital. Pertama, inovasi pelayanan oleh pemerintah yang menuntut mindset baru pada aparatur sipil negara.

Kedua, pelayanan yang baik akan meningkatkan peringkat Ease Of Doing Business (EODB) yang mampu mendongkrak reputasi Indonesia.

Inovasi dan transparansi ini menunjukkan komitmen pemerintah kepada pelaku bisnis, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.

Berdasarkan data Bank Dunia, peringkat EODB Indonesia naik 15 peringkat, dari 106 menjadi 91. "Presiden Jokowi menargetkan Indonesia masuk rangking 40 dari 189 negara. Dengan terobosan ini, kita berharap mempercepat naiknya peringkat EODB," ujar Darmin.

Nantinya ada empat kategori layanan perizinan, yaitu perdagangan luar negeri, perdagangan dalam negeri, standardisasi dan perlindungan konsumen, serta perdagangan berjangka komoditas.

Dengan peluncuran ini, berarti sudah 47 perizinan yang dilakukan secara online dengan tanda tangan digital.

Dari jumlah itu, 34 perizinan merupakan layanan perizinan bidang perdagangan luar negeri dan 13 perizinan bidang perdagangan dalam negeri. (ekon) (hlz/adm)


Komentar