Senin, 21 Oktober 2019 | 00:10 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Selasa, 03 Januari 2017 18:32

Jembatan Cisomang Diperbaiki, KAI Siapkan Kereta Logistik Jakarta-Bandung

Translog Today
(Repro)

JAKARTA -

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan kereta api logistik dari Jakarta ke Bandung melalui rute terminal dryport Gede Bage Cikarang dan Tanjung Priok.

Direktur Utama PT KAI Edy Sukmoro mengatakan, rencana tersebut sebisa mungkin dipercepat untuk dirampungkan mengingat kondisi jalur logistik yang melintasi jalan tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) melalui Jembatan Cisomang dialihkan sementara.

"Kami masih tahap pembicaraan bersama dengan pemangku logistiknya. Namun begitu, kira-kira volumenya mencapai 120 TEUs dua kali perjalanan kereta per hari," ungkapnya di Jakarta, Selasa (3/1)

Menurut Edy, tantangan pada kereta api logistik ke arah Bandung saat ini yakni pada pengaturan slot perjalanan, loading maupun unloading time, ketersediaan armada serta kepastian angkutan barang.

"Kalau ketersediaan armada saya rasa kami cukup, cuma semua ada peruntukannya. Namun yang lebih penting kereta api barang jangan sampai menganggu perjalanan eksisting kereta yang ada saat ini, termasuk perjalanan KRL. Untuk barang saya ada pada kepastian waktunya," ucap dia.

Edy mengatakan pihaknya telah melakukan pembiacaraan dengan para pemilik barang. Dia juga memastikan bahwa kereta api menjadi alternatif melakukan pengiriman logistik.

Hal tersebut mengingat jalur darat yang melalui Tol Purbaleunyi dialihkan memutar melalui jalur Subang karena ada perbaikan Jembatan Cisomang.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah perbaikan Jembatan Cisomang, termasuk mengatasi arus logistik barang dengan melibatkan KAI dan PT Pelindo II.

"Kami akan berdiskusi dengan KAI dan Pelindo II untuk melakukan substitusi pengiriman barang dari Bandung menuju Tanjung Priok," ujar Menhub.

Sebagai informasi, perbaikan Jembatan Cisomang memakan waktu sekitar 2,5 bulan sejak akhir Desember 2016.

Selama pengerjaan perbaikan berlangsung, pengalihan arus lalu lintas untuk kendaraan barang akan terus diberlakukan.

Adapun rata-rata kendaraan yang melintasi tol Purbaleunyi mencapai 60.000 kendaraan per hari, 15% di antaranya merupakan kendaraan berat pengangkut barang. (ios/icha) (hlz/hlz)


Komentar