Jumat, 15 Desember 2017 | 03:51 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Perbankan
Selasa, 03 Januari 2017 17:28

Menkeu: Ekonomi Makro 2016 Terkendali dalam Batas Aman

Translog Today
(Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan APBN 2016 dapat dikelola dengan fokus menjalankannya secara kredibel, efektif, efisien dan berkelanjutan.

"Meskipun sepanjang 2016 ekonomi global dihadapkan pada berbagai tantangan dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan, APBN 2016 terkendali dalam batas aman," katanya saat menyampaikan realisasi indikator ekonomi makro 2016 (sementara) di Kementerian Keuangan, Selasa (3/1).

Dia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,0% lebih rendah dibandingkan target APBN-P sebesar 5,2%.

"Angka ini relatif lebih baik dibandingkan 2015 yang tumbuh 4,8%. Inflasi juga mencapai 3,1% atau lebih rendah dibanding target 4,0%," ujarnya.

Dengan inflasi yang terkendali, stabilitas ekonomi juga tercermin dari rata-rata nilai tukar rupiah yang menguat mencapai Rp13.307 per dolar AS dibandingkan dengan target APBN-P sebesar Rp13.500 per dolar AS.

Sementara itu, suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan mencapai 5,7% dibandingkan dengan target 5,5%.

Harga minyak menunjukkan realisasi US$40 per barel, setara dengan target dalam APBN-P. Untuk lifting minyak bumi, realisasi mencapai 829.000 barel per hari dari target 820.000 barel per hari.

Adapun lifting gas mencapai 1.184.000 barel setara minyak per hari lebih tinggi dari target 1.150.000 barel setara minyak per hari.

Menkeu mengatakan Indonesia terus melanjutkan komitmen terhadap reformasi ekonomi yang komprehensif, yakni pertama, reformasi struktural untuk memperbaiki iklim investasi dan menjaga daya beli masyarakat.

Kedua
, reformasi anggaran untuk menciptakan kebijakan fiskal dan APBN yang kredibel, memberi kepastian, dan berkesinambungan; dan ketiga, kebijakan moneter yang akomodatif dan menjaga stabilitas. (hlz/hlz)


Komentar