Kamis, 14 November 2019 | 02:55 WIB

Visit our social media :
Home / Transportation / Dock & Repair
Rabu, 04 Januari 2017 14:47

2017, Pemerintah dan BUMN masih Jadi Andalan Galangan Kapal

Translog Today
KMP Batumandi, salah satu produk galangan nasional (istimewa)

JAKARTA - Para pelaku usaha galangan di dalam negeri memperkirakan selama 2017, pemesanan kapal dari lembaga pemerintahan dan badan usaha milik negara (BUMN) masih menjadi lokomotif utama dalam mengisi kapasitas galangan untuk pembangunan kapal baru.

Penasihat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai (Iperindo) Tjahjono Roesdianto mengatakan sektor pelayaran swasta belum akan menjadi lokomotif bagi mengisi kapasitas galangan untuk pembangunan kapal baru.

Terlebih, sektor swasta, terutama pelayaran selama 2016 bahkan sejak 2015 mengalami kelesuan. “Tahun 2017, motor utama penggerak sektor galangan untuk pembangunan kapal baru masih dari lembaga pemerintah dan BUMN,” katanya.

Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Kementerian Pertahanan biasanya selalu memesan kapal di galangan nasional setiap tahun, meskipun pada 2017 belum ada rilis resmi yang dikeluarkan instansi tersebut.

Adapun BUMN yang diperkirakan memesan kapal di galangan di Indonesia antara lain PT Pertamina (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), baik PT Pelindo I, II, III atau IV, PT Pelni (Persero) dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Hal senada dikatakan Ketua Badan Sertifikasi Iperindo Ihsan Mahyudin. Dia mengatakan, pada tahun ini, industri galagan masih mengandalkan BUMN dan lembaga pemerintah. “Kalau repear, swasta sudah cukup berkembang,” katanya. (aji/hlz)


Komentar