Senin, 22 Januari 2018 | 07:38 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Logistik / Depo & Gudang
Kamis, 05 Januari 2017 19:30

Kemenhub Gandeng BUMN Bangun Pusat Logistik 'Rumah Kita'

Hery Lazuardi
Menhub Budi Karya Sumadi (setkab)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menggandeng badan usaha milik negara akan membangun pusat-pusat logistik di sejumlah daerah terpencil dan terluar untuk mengatur distribusi barang sehingga harga bisa dikendalikan.

"Kami akan bekerja sama dengan beberapa BUMN membangun pusat logistik yang dinamakan Rumah Kita," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai Rapat Terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (5/1).

Dia menjelaskan, Rumah Kita akan membantu mendistribusikan barang secara bertahap, sekaligus mengumpulkan barang-barang untuk angkutan balik kapal tol laut.

Menurut dia, Kemenhub melakukan identifikasi angkutan balik dari tempat-tempat yang dinilai tidak begitu menarik. "Contoh, di Dompu kita akan mengumpulkan jagung untuk muatan balik, di Kupang juga kita akan cari muatan hasil laut yang lain," ujarnya.

Apabila barang dibiarkan datang sendiri, menurut Budi, harga tidak akan terkondisi setelah 3 hari. Dengan adanya pusat logistik tersebut, dalam kurun waktu sampai kapal datang kembali, barang diharapkan tetap bisa terkontrol.

Sejalan dengan rencana itu, Kemenhub akan memperluas jangkauan kapal tol laut dari 6 trayek menjadi 13 trayek, termasuk 3 trayek baru dan 4 trayek yang satu lintasannya dibagi dengan angkutan kapal roro, sehingga waktu point-to-point menjadi lebih pendek.

Menhub mengakui barang yang dikirim ke wilayah tertentu, seperti Timika Papua, hanya sampai di situ dan tidak bisa disampaikan ke daerah pegunungan.

Oleh karena itu, mulai tahun ini Kemenhub membuat jembatan udara atau tol udara yang mendistribusikan langsung ke kota-kota kecil di wilayah itu. "Lebih dari 12 titik yang kita layani, sehingga harga bahan pokok di pusat Jayawijaya itu diharapkan turun," ujar Menhub. (hlz/hlz)


Komentar