Senin, 21 Oktober 2019 | 00:20 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Transportasi / Kereta Api
Jumat, 06 Januari 2017 20:19

Subsidi Kereta Api Penumpang Tahun Ini Naik 15%

Translog Today
(PT KAI)

JAKARTA - Subsidi angkutan penumpang kereta api melalui public service obligation (PSO) tahun 2017 meningkat 15% menjadi Rp21 triliun dibandingkan dengan alokasi pada tahun lalu.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono mengatakan, kenaikan tersebut sebagian besar untuk subsidi kereta angkutan commuter line Jabodetabek.

"Sebanyak 65% peruntukannya masih untuk kereta angkutan komuter Jabodetabek. Jadi, memang masih diutamakan untuk perkotaan karena lebih banyak dipergunakan oleh masyarakat," katanya di Jakarta, Jumat (6/1).

Prasetyo menjelaskan, kenaikan PSO hingga 15% termasuk penambahan rute perintis di enam kota, antara lain di Aceh, Sumatra Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Saat ini, paparnya, jumlah penumpang kereta api Jabodetabek mencapai 900.000 orang per hari. Pemerintah menargetkan pada 2019, jumlah penumpang KRL bisa mencapai 1,2 juta orang per hari.

Prasetyo juga memastikan bahwa biaya PSO penumpang KRL tidak akan membengkak, meski ada kondisi luar biasa.

"Misalnya kalau ada kondisi luar biasa seperti kenaikan tarif listrik, saya kira tidak akan terjadi. Kami sudah komunikasi dengan PLN. Bahwa kenaikan tarif listrik hanya untuk rumah tangga dan industri," jelasnya.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno mengatakan, regulator hendaknya bisa berperan banyak, terutama menekan operator untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang.

Penekanan tersebut, misalnya meminta operator mengganti kereta antar kota dengan yang lebih layak. "Kereta antar kota kita sudah terlalu tua, saya kira regulator bisa memperhatikan itu. Karena bagaimana pun kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap prioritas," katanya.

Selama ini, layanan PSO kereta api hanya diperuntukkan kepada penumpang. Adapun fasilitas gerbong kereta dan terminal menjadi tanggung jawab operator, dalam hal ini PT Kereta Api Indonesia (Persero). (ios/icha) (hlz/hlz)


Komentar