Jumat, 15 Desember 2017 | 03:53 WIB

Kunjungi di social media :
Home / Korporasi / Pembiayaan
Selasa, 10 Januari 2017 07:29

Jasa Marga Bangun Tol Batang-Semarang dengan Skema CPF

Translog Today

JAKARTA -

PT Jasa Marga (Persero) Tbk membangun ruas jalan tol Batang-Semarang sepanjang 75 kilometer dengan memanfaatkan skema Contractor Pre Financing (CPF), yang memungkinkan pembangunan proyek didanai terlebih dahulu oleh kontraktor pelaksana.

"Jadi, kontraktor yang membiayai dulu kontruksinya, kemudian nanti Jasa Marga membayar biaya yang telah dibangun dalam skala tertentu," kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Aryani di Jakarta, Senin (9/1).

Dia menjelaskan, skema CPF ditempuh untuk percepatan pembangunan jalan tol Batang-Semarang karena memungkinkan proyek tersebut didanai oleh kontraktor pelaksana terlebih dahulu.

"Sehingga kontraktornya membiayai duluan tapi tergantung kemampuan kontraktornya. Ada yang CPF-nya full, kemudian Jasa Marga menerbitkan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN). Jadi mereka cair dari SKBDN, Nanti setelah tol selesai dan operasi, baru bebannya masuk ke Jasa Marga," jelas Desi.

SKBDN merupakan L/C yaitu janji tertulis pemohon yang mengikat bank pembuka untuk melakukan pembayaran kepada penerima atau ordernya menerima dan membayar wesel yang ditarik okeh penerima.

Desi juga menjelaskan, saat ini proses pembangunan sudah lebih dipercepat, dengan target fungsional pada Juni atau menjelang Lebaran 2017 dan target operasi secara penuh pada pertengahan 2018.

"Sebetulnya kalau secara kontrak, Lebaran ini  progresnya (fisik) cuma 22%. Tapi kalau kita mau fungsional (Lebaran 2017), harus dikebut sekitar 17%, jadi total 39%," jelasnya.

Sebagai informasi, kepemilikan saham Jasa Marga pada ruas jalan tol Batang-Semarang melalui PT Jasa Marga Semarang Batang (JMSB) mencapai 60%. Adapun sisanya dimiliki PT Waskita Toll Road melalui kontraktor pelaksana PT Waskita Karya.

Total investasi proyek ruas tol Batang-Semarang mencapai Rp11 triliun dengan tarif per kilometer mencapai Rp1.100 dan ditargetkan operasi pada 2018 susuai dengan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol yang diteken pada Mei 2015. (icha) (hlz/hlz)


Komentar